suarasurabaya.net

Tingkatkan Relasi Bilateral Antar Perguruan Tinggi Asia di AUPF 2018
Laporan Agung Hari Baskoro | Rabu, 07 November 2018 | 12:32 WIB

Prof. Djwantoro Hardjito Rektor Universitas Kristen Petra ( ketika konferensi pers
suarasurabaya.net| Meningkatkan relasi bilateral antar perguruan tinggi di Asia menjadi penting untuk menjawab tantangan masa depan yang berkaitan dengan gangguan inovatif.

Prof. Djwantoro Hardjito Rektor Universitas Kristen Petra Surabaya menyebut, saat ini banyak industri ekonomi kreatif yang berbeda dengan industri di masa lampau.

"Kemampuan yang dulu dibutuhkan, bisa jadi tidak dibutuhkan sekarang. Yang sekarang tidak ada, bisa jadi di kemudian hari dibutuhkan. Situasi ini jadi penting untuk bekerjasama," katanya ketika menggelar Konferensi Pers di Kampus UK Petra, Surabaya, Rabu (7/11/2018).

Menjawab tantangan itu, Asian University Presidents Forum (AUPF) 2018 kembali digelar. Tahun ini, UK Petra, Surabaya diberi kehormatan menjadi tuan rumah forum pertemuan tahunan antar pimpinan perguruan tinggi di wilayah Asia tersebut. Djwantoro menyebut, forum ini berfungsi sebagai forum bertukar ide, memperluas wawasan dan jaringan antar perguruan tinggi di Asia.

"Mulai 2002, kita sadar tidak bisa bekerja sendiri, harus bekerjasama dengan perguruan tinggu di negara lain. Ngobrol dan mikir bareng," katanya.


Prof. Djwantoro Hardjito Rektor UK Petra Surabaya bersama Prof. Ainun Na'im Sekjen Kemenristek Dikti di Kampus UK Petra, Surabaya. Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Selain membahas berbagai macam persoalan terkait tantangan masa depan perguruan tinggi di Asia, kerjasama juga diwujudkam dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU sebagai bentuk komitmen kerjasama.

Prof. Ainun Na'im Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menyebut, para pimpinan universitas di forum ini sudah memiliki kerjasama antar universitas antar negara. Kerjasamanya antara lain pertukaran siswa untuk mata kuliah di berbagai universitas, pengembangan joint program, joint research, dan banyak lagi.

"Kita melihatnya dari kementerian, bagus, untuk meningkatkan exposure akademisi kita untuk isu-isu internasional," katanya mengomentari.

Sebagai informasi, acara ini diadakan dari tanggal 6-8 November 2018 di Surabaya. Forum ini dihadiri oleh 122 delegasi yang terdiri dari Rektor dan Jajaran pimpinan universitas dari 62 perguruan tinggi yang berasal dari 14 negara di Asia. (bas/ipg)
top