suarasurabaya.net

Presiden Masih Percaya Polri Bisa Mengungkap Kasus Penyerangan Novel Baswedan
Laporan Farid Kusuma | Selasa, 04 Desember 2018 | 20:36 WIB

Novel Baswedan Penyidik Senior KPK korban penyerangan air keras oleh orang tak dikenal, yang sampai saat ini kasusnya belum terpecahkan. Foto: Antara
suarasurabaya.net| Joko Widodo Presiden menegaskan sampai sekarang belum ada rencana membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF), terkait kasus penyerangan Novel Baswedan Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Alasannya, Jenderal Polisi Tito Karnavian Kapolri, kata Jokowi, masih berupaya mengusut dan belum menyatakan menyerah, walau aksi teror itu sudah lebih dari setahun berlalu.

"Selama Kapolri belum menyampaikan angkat tangan (menyerah) ke saya, ya silakan ditanyakan ke Kapolri," ujarnya usai membuka Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi tahun 2018, Selasa (4/12/2018), di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Presiden menambahkan, dia sudah mendapat laporan perkembangan pengusutan kasus itu dari Kapolri yang bekerja sama dengan KPK, Kompolnas, Ombudsman, dan Komnas HAM.

"Untuk detailnya, silakan tanya langsung ke Kapolri," tegasnya.

Seperti diketahui, Novel Baswedan jadi korban siraman air keras, sesudah Sholat Subuh di masjid dekat rumahnya, kawasan Kepala Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017).

Akibatnya, mata dan hidung Penyidik Senior KPK itu mengalami cedera serius, sehingga harus menjalani serangkaian operasi medis.

Sayangnya, sudah lebih dari 600 hari pascaperistiwa itu, Polri masih belum bisa menangkap pelaku penyerangan.

Perkembangan terakhir, Jumat (24/11/2017), Tim Penyidik Polda Metro Jaya mengklaim punya petunjuk baru, berupa sketsa dua orang terduga pelaku. (rid/dim/ipg)
top