suarasurabaya.net

Rutan Medaeng Terapkan Layanan Self Service untuk Narapidana
Laporan Anggi Widya Permani | Rabu, 05 Desember 2018 | 16:37 WIB

Rutan Kelas I Surabaya (Medaeng) mulai menerapkan sistem informasi self service sebagai bentuk peningkatan pelayanan untuk mengakses informasi terkait hak-hak para tahanan. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net| Rutan Kelas I Surabaya (Medaeng) mulai menerapkan sistem informasi self service sebagai bentuk peningkatan pelayanan. Layanan berbasis IT ini, disajikan khusus untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam mengakses informasi terkait hak-hak apa saja yang akan mereka dapatkan.

Widha Indra Kusmawijaya Kasubsi Perawatan Lapas dan Administrasi Rutan Kelas 1 Surabaya mengatakan, semua WBP Rutan Medaeng bisa mengakses datanya sendiri melalui otentifikasi sidik jari. Dengan begitu, mereka bisa mengetahui status penahanannya dan apa saja yang berhak dia terima. Seperti remisi, pembebasan bersyarat (PB), cuti bersyarat (CB) atau cuti menjelang bebas (CMB).

"Informasi yang disajikan dalam sistem tersebut menyangkut data warga binaan. Mulai dari masa penahanannya, kapan mereka bebas, remisi, PB, CB, dan lainnya. Semua WBP Medaeng bisa mengakses. Kalau WBP luar tentu tidak bisa, karena di sini tidak ada datanya," kata Widha, Rabu (5/12/2018).

Penyediaan fasilitas ini, kata dia, merupakan instruksi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Adapun tujuannya, untuk mencegah interaksi antara WBP dengan petugas. Sekaligus sebagai bentuk transparansi layanan berbasis IT yang melindungi hak-hak mereka dan mencegah pungutan liar.

Dengan begitu, WBP bisa mengakses informasinya kapanpun secara mandiri. Melalui komputer yang disediakan oleh rutan di depan ruangan registrasi. Sehingga, mereka tidak perlu lagi bertanya kepada petugas.

"Ini bisa diakses sewaktu-waktu dan kami tempatkan di tempat terbuka. Cukup pakai sidik jari, tidak usah tanya. Nanti akan tertera foto, biodata WBP, dan lain-lain," tambahnya.

Widha menambahkan, sistem informasi ini selama seminggu terakhir masih diujicobakan. Meski baru seminggu, peminatnya cukup tinggi untuk memanfaatkan. Bahkan, tidak sedikit ada WBP yang rela mengantri.

"Alhamdulillah, sekarang jadi lebih gampang dapat informasi tentang eksparasi masa tahanan dan hak-hak saya selama di Rutan," kata dia. (ang/tin)
top