suarasurabaya.net

BPBD Kediri Minta Warga Waspadai Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang
Laporan Agustina Suminar | Minggu, 27 Januari 2019 | 13:31 WIB

Abdullah Abu Bakar (ke dua kiri) Wali Kota Kediri berbincang dengan salah satu relawan tanggap bencana saat Apel Siaga Bencana di lapangan Gajah Mada, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (26/7/2019). Foto: Antara
suarasurabaya.net| Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, Jawa Timur, meminta warga berhati-hati terhadap cuaca ekstrem dan angin kencang yang terjadi dalam kurun beberapa waktu terakhir, sebab bisa berpotensi menumbangkan pohon.

"Di Januari ini ada beberapa rumah warga yang roboh, misalnya di Kelurahan Pojok. Itu karena angin kencang dan hujan deras," kata Adi Sutrisno Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kediri di Kediri, Minggu (27/1/2019).

Ia mengatakan, rumah roboh di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, itu terjadi sekitar dua pekan lalu. Dari pihak kelurahan baru melaporkan kejadian itu pekan lalu. Kondisi rumah itu rusak akibat terjangan angin kencang. Saat ini dari BPBD Kota Kediri berupaya koordinasi dengan pihak terkait agar rumah itu diusulkan untuk diikutkan perbaikan.

Selain rumah yang yang roboh, juga terdapat sejumlah pohon di Kota Kediri ikut ambruk diterjang angin kencang. Misalnya pohon di sekitar pusat perbelanjaan Ramayana Kota Kediri.

Pihaknya juga sudah koordinasi dengan BMKG terkait dengan cuaca terutama di Kota Kediri. BPBD Kota Kediri juga selalu mendapatkan informasi terbaru terkait dengan cuaca bahkan untuk beberapa bulan ke depan.

"Kami koordinasi dengan BMKG dan diberi analisis dampak hujan. Untuk Februari 2018 cuacanya di atas normal, untuk Maret cuacanya normal, sedangkan untuk April di atas normal. Artinya di atas normal terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan perlu diwaspadai karena disertai angin kencang sesaat," kata Adhi dilansir Antara.

Ia sudah meminta agar instansi terkait untuk mengevaluasi pohon besar yang tumbuh di sepanjang jalan Kota Kediri. Jika usianya sudah tua, diharapkan agar pohon itu segera dipangkas, mengantisipasi pohon ambruk jika diterjang angin kencang.

"Keberadaan pohon besar di tepi jalan umum Kota Kediri bisa dievaluasi lagi. Yang sduah waktunya ditebang karena usia semakin tua dievaluasi. Bisa jadi akarnya sudah tidak kuat," kata dia.

Di Kota Kediri, selama 2018, bencana yang terjadi baik angin kencang, longsor, maupun rumah rusak cukup banyak. Namun, BPBD juga selalu sigap, dengan langsung menerjunkan tim reaksi cepat, mendata kerugian, termasuk memberikan bantuan jika termasuk terkena bencana.(ant/tin)
top