suarasurabaya.net


Trip Suara Surabaya Media

Platform di Industri 4.0: Orkestrasi Aset Masyarakat
Laporan Denza Perdana | Rabu, 27 Februari 2019 | 10:45 WIB

Tim Eksplor Tol Trans Jawa Suara Surabaya Mediasaat berbincang dengan Rhenald Kasali, di ruang utama Gedung Powerhouse, Rumah Perubahan, Selasa (26/2/2019) malam. Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Meski telah berada di Rumah Perubahan dan bercengkrama dengan RKmentee sejak Selasa (26/2/2019) sore, Tim Eksplor Tol Trans Jawa Suara Surabaya Media tidak bisa bertemu Rhenald Kasali.

Tim SS Media tiba di Rumah Perubahan Selasa sore 15.45 WIB karena bus sempat terjebak macet. Terlambat. Pakar ekonomi bisnis penulis buku "The Great Shifting" itu ada jam mengajar sejak sore sampai malam.

Namun, semua terbayar, pada Selasa malam ketika tim sudah berada di gedung penginapan The Winners, di kamar Blessing, Rumah Perubahan. Saat itu tim sudah bersiap tidur meski mata belum mengantuk.

"Pak Rhenald datang!" seru Wismanti, Ketua Tim Eksplor Tol Trans Jawa saat masuk ke kamar para lelaki dengan tiba-tiba. Kami terkejut, segera bangun seperti tentara yang baru menerima komando.

Rhenald Kasali sudah menunggu di Gedung Powerhouse. Meski telah mengajar berjam-jam, Rhenald tidak tampak lelah. Dia menyambut 20 anggota tim dengan ramah.

"Banyak juga timnya ini," kata Rhenald mempersilakan tim agar duduk di ruang utama Gedung Powerhouse. Diskusi santai terjadi. Prof. Rhenald membocorkan isi buku baru yang sedang dia susun bersama timnya.

Buku yang sedang dia rancang, setelah bukunya The Great Shifting menjadi best seller, akan membincangkan tentang "platform" sebagai bagian dari ekonomi baru, atau yang sering disebut revolusi industri 4.0.

"Kalau dulu di era revolusi industri pertama/ satu atau beberapa orang harus menguasai aset dan mengelolanya sehingga menjadi kapital, anak muda sekarang mengorkestrasi aset masyarakat," ujarnya kepada Tim SS Media.

Dia mencontohkan, dahulu, agar seseorang bisa menguasai bisnis hotel, seseorang harus mencari sendiri tanahnya, mendirikan bangunannya, lalu memasarkan kamar di hotel itu sehingga aset itu sepenuhnya dia kuasai.

"Itu dasar Kapitalisme. Nah sekarang, apa yang dilakukan para pebisnis muda bukan seperti itu. Mereka mengorkestrasi agar aset milik masyarakat, yakni berupa kamar, untuk dipasarkan melalui sebuah platform," katanya.

Itulah yang terjadi, kemudian memunculkan platform bisnis baru yang menyewakan kamar-kamar milik masyarakat ini, yang kemudian mampu menjadi pesaing bisnis kamar di hotel.

Rhenald juga membocorkan buku lainnya, lanjutan buku tentang platform, yang akan dia susun. Yakni tentang Creative Thinker. Bagaimana seseorang bisa menjadi pemikir kreatif dengan memantapkan diri sebagai seorang pengeksplorasi (eksplorer).

Dia mencontohkan Steve Jobs dan Bill Gates. Para pendiri perusahaan IT raksasa itu ternyata tidak pernah menempuh pendidikan IT. Steve Jobs, kata dia, justru mempelajari tentang tipografi.


Tim Eksplorasi Tol Trans Jawa Suara Surabaya Media memberikan kenang-kenangan untuk Rhenald Kasali. Foto: Denza suarasurabaya.net

Jiwa eksplorasi, kata Rhenald, adalah kuncinya.
Siapapun orangnya dengan latar belakang pendidikan apapun, sebenarnya mampu mencapai titik kreativitas seperti Steve Jobs atau Bill Gates, bila memiliki jiwa eksplorer.(den/rst)
top