suarasurabaya.net

Pelajar SMA Jadi Korban Pelecehan Seksual di Tempat Umum
Laporan Agustina Suminar | Selasa, 05 Maret 2019 | 15:56 WIB

Tangkap layar video rekaman CCTV, saat pelaku pelecehan mendekati AR (16) pelajar kelas XI SMA, saat perempuan itu berjalan kaki di jalan perumahan Griya Japan Asri, desa Japan, Kecamatan Sooko. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net| Seorang pelajar SMA asal Kabupaten Mojokerto menjadi korban pelecehan seksual di tempat umum saat pulang dari sekolah. Aksi pelecehan seksual tersebut terekam kamera CCTV yang dipasang oleh warga.

Berdasarkan informasi dari Fuad Radio Maja FM, aksi pelecehan tersebut terjadi pada (20/2/2019) lalu, saat AR (16) seorang pelajar perempuan berjalan kaki menuju rumahnya sepulang sekolah. Tiba-tiba, ia dipepet oleh seorang pria berusia sekitar 30-35 tahun dengan mengeluarkan kemaluannya. Peristiwa itu terjadi di jalan Perumahan Griya Japan Asri, Desa Japan, Kecamatan Sooko.

Kejadian itu lalu terekam kamera CCTV milik warga, yang sengaja di pasang di atas gapura masuk perumahan. Dalam rekaman tersebut, nampak seorang pria yang tidak diketahui identitasnya memakai sepeda motor Mio warna hitam.

Pria yang memakai kaos berwarna hitam dengan memakai celana pendek itu mengikuti AR lalu sesekali berhenti dengan mengeluarkan alat kemaluannya.

"Saat itu anak saya pulang sekolah jalan kaki. Saat di pertigaan itu dia disamperin seorang laki-laki usia sekitar 30-35 tahun memakai baju hitam dan menaiki sepeda motor mio," kata Muhammad Zahidan, orang tua AR, Selasa (5/3/2019).

Menurutnya, saat itu pria misterius tersebut menanyakan jalan kepada AR. Kemudian, AR memberikan petunjuk arah sesuai alamat yang ditanyakan pelaku.

"Setelah memberitahu arah jalan, anak saya melanjutkan perjalanan. Si laki-laki itu kemudian membuntuti anak saya dari belakang sambil mengeluarkan kemaluannya," imbuhnya.

Merasa dibuntuti, AR yang saat itu tengah nge-vlog mengarahkan kamera handphone miliknya ke si pria. Betapa kagetnya AR saat mengetahui si pria tersebut terus memainkan kemaluannya sembari memperhatikannya dari belakang.

"Anak saya itu melihat dari video. Karena saat itu dia nge-vlog. Dia lihat kalau laki-laki itu terus memainkan kemaluannya. Anak saya takut, kemudian dia terus melanjutkan perjalanan dengan mempercepat jalannya," jelasnya.

Hingga akhirnya AR tiba di depan pintu rumahnya. Ia pun terus bergegas masuk ke dalam rumah. Sementara si pria misterius yang membuntuti dan melakukan pelecehan seksual itu terus melaju melewati depan rumahnya.

"Anak saya langsung syok. Dia kemudian menceritakan kepada ibunya dan langsung dilaporkan ke saya via telepon. Karena saat itu saya sedang tidak berada di rumah," paparnya.

Usai melancarkan aksi cabulnya, si pria tersebut dengan santainya putar balik di depan musala. Sadar aksinya terekam CCTV, pria yang mengenakan kaos warna hitam kombinasi putih dibagian tengahnya itu kemudian tertawa.

Menurut Zahidan, pelaku memiliki ciri-ciri berbadan sedikit gemuk. Menurutnya, aksi pelecehan seksual itu tak hanya terjadi sekali

"Sudah ada korban lain informasinya. Yang satu ibu-ibu dan berpotensi pelakunya sama. Saya sudah melaporkan ke pak RT dan sudah dilakukan musyawarah. Memang kita belum laporkan ke polisi, karena kami masih mencari data tambahan," pungkasnya.(tin/ipg)
top