suarasurabaya.net

BSN Siapkan SNI Award 2019
Laporan J. Totok Sumarno | Rabu, 06 Maret 2019 | 18:03 WIB

Bambang Prasetya Kepala BSN saat memberikan paparan dihadapan awak media terkait persiapan SNI Award 2019. Foto: Humas BSN
suarasurabaya.net| Penghargaan bergengsi SNI Award memasuki pelaksanaan ke 15 sejak pertama kali diselenggarakan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) pada tahun 2005. Saat ini persiapan SNI Award 2019 sedang dilakukan.

"Banyak benefit yang bisa didapatkan bagi penerima SNI Award, salah satunya adalah fasilitasi produknya ke asosiasi retailer oleh BSN," terang Bambang Prasetya Kepala BSN, Rabu (6/3/2019) di Jakarta.

Khusus untuk penerima penghargaan kategori organisasi kecil barang jasa, lanjut Bambang Prasetya akan mendapat kesempatan untuk diikutsertakan pada forum promosi internasional.

Tidak hanya para penerima saja yang mendapat manfaat dari SNI Award, tetapi sejak menjadi peserta pun, para pendaftar akan memperoleh kesempatan untuk mendapatkan umpan balik berdasarkan kriteria SNI Award, yang bermanfat untuk peningkatan kinerja perusahaan dan meningkatkan kompetensi di bidang penerapan SNI.

Dengan kata lain peserta mendapat audit eksternal gratis dari BSN untuk meningkatkan kinerja organisasi, di mana jika organisasi mendatangkan sendiri auditor eksternal maka akan menghabiskan biaya yang tidak sedikit.


Bambang Prasetya bersama Rhenald Khasali, dalam persiapan SNI Award 2019 gelaran ke 15 tahun BSN. Foto: Humas BSN

Selain itu, penerima SNI Award 2019 yang rencananya akan dilakukan di Istana Presiden pada November mendatang, akan mendapatkan berbagai keuntungan diantaranya, akan dipromosikan melalui media publikasi BSN, dan media massa, menjadi role model yang akan diundang di berbagai acara.

SNI Award, merupakan penghargaan bergengsi bagi perusahaan atau organisasi yang dinilai paling baik, konsisten, dan berkinerja tinggi dalam menerapkan standar.

SNI Award merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menstimulasi peningkatan penerapan SNI oleh pelaku usaha maupun organisasi lainnya.

Pelaksanaan SNI Award, dilakukan melalui serangkaian kegiatan penilaian yang sangat ketat sesuai kriteria oleh para evaluator yang kompeten yang selanjutnya hasil penilaian dikaji oleh para dewan juri.

SNI Award tahun ini mengundang dewan juri para stakehoder di bidang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian, Ekonomi, Sosial dan Lingkungan Hidup.

Penilaian SNI Award pada hakekatnya berorientasi pada kegiatan standardisasi dan pemanfaatan SNI secara berkelanjutan.

Kerangka kerja SNI Award mengacu pada Malcom Baldridge National Quality Award (MBNQA) yang telah dikembangkan dengan memperkuat muatan SNI sebagai ciri khas dari SNI Award.

Penjabaran Kriteria penilaian yang dijadikan dasar untuk membuat pertanyaan mengacu pada SNI ISO 9004 dan MBNQA. Kegiatan evaluasi bukan merupakan audit atau pemastian mutu secara menyeluruh, namun merupakan kegiatan verifikasi atas dokumen yang disampaikan peserta dan memastikan penyesuaiannya di lapangan.

Peserta SNI Award nantinya diminta memenuhi persyaratan yang ditentukan serta mengikuti proses audit dan assesmen.

Sebagai proses akhir, dewan juri yang diketuai pakar ekonomi Prof. Rhenald Kasali dan beranggotakan para pakar wakil dari pemerintah, industri, asosiasi, dan perguruan tinggi, akan menilai dan memutuskan siapa yang berhak menerima Trophy SNI Award peringkat Platinum, Emas, Perak, Perunggu atau Sertifikat Early Improvement.

Para penerima SNI Award juga akan diberikan Sertifikat SNI Award. Dan bagi penerima penghargaan SNI Award yang 3 tahun berturut-turut mampu mempertahankan peringkat platinum diberikan Penghargaan Khusus (Grand Platinum dan sertifikat).

SNI Award tahun ini telah dibuka pendaftarannya sejak 22 Februari sampai dengan 10 Mei 2019.

"Melalui SNI Award diharapkan produsen, konsumen dan masyarakat umum semakin menghargai aspek mutu, dan memahami perlunya berpartisipasi aktif dalam pengembangan dan penggunaan SNI sebagai referensi penyediaan dan permintaan pasar, serta dapat membangun role model organisasi penerap SNI yang berkinerja baik dan berkelanjutan," pungkas Bambang, Rabu (6/3/2019).(tok/rst)
top