suarasurabaya.net


Sambut Hari Down Syndrome Internasional

Unusa Gelar Down Syndrome Hebat
Laporan J. Totok Sumarno | Sabtu, 16 Maret 2019 | 14:49 WIB

Sitta mahasiswi FKIP Unusa mendampingi seorang anak down syndrome bermain membuat asesoris kalung manik-manik. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Fakultas Kedokteran bersama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Sabtu (16/3/2019) gelar kegiatan bertajuk Down Syndrome Hebat sambut peringatan Hari Down Syndrome Internasional 21 Maret.

Puluhan anak-anak down syndrome didampingi orang tua dari sejumlah sekolah dan lembaga pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus di Kota Surabaya hadir di Atrium Royal Plaza Surabaya memeriahkan kegiatan ini.

Anak-anak kemudian didampingi sejumlah mahasiswa Unusa untuk mengikuti beberapa kegiatan, mulai dari mewarnai, menggambar, sampai dengan membuat aneka asesoris dari manik-manik warna-warni yang sudah disediakan panitia.

Sitta Maftuha mahasiswi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan program studi Bahasa Inggris dengan telaten mendampingi beberapa anak-anak down syndrome untuk membuat asesoris semacam kalung terbuat dari aneka manik-manik.

"Mereka memang perlu diajak bermain, bersosialisasi, atau melakukan kegiatan bersama, seperti yang kami lakukan siang ini. Masing-masing mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini langsung berinteraksi dan melakukan kegiatan-kegiatan bersama," terang Sitta Maftuha.

Sitta dan beberapa bocah down syndrome bersama-sama membuat asesoris semacam kalung, dengan manik-manik berwarna-warni yang dengan telaten, satu persatu disatukan kedalam seutas tali kecil.

Saat seutas tali itu penuh dengan manik-manik berwarna-warni terbuat dari kayu, anak-anak itu bersorak gembira sambil menunjukkan karyanya. "Bermain bersama mereka bisa menghabiskan waktu, karena mereka cepat bosan. Menyenangkan kok," ujar Sitta.

Penampilan tari dimainkan siswi tuna rungu dan down syndrome ikut memeriahkan kegiatan yang untuk pertamakalinya digelar Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dalam rangka menyambut peringatan Hari Down Syndrome Internasional 21 Maret.

Sementara itu, disampaikan Prof Achmad Jazidie Rektor Unusa bahwa belum banyak kampus yang menggelar kegiatan-kegiatan seperti ini. Dan Unusa berinisiatif untuk menggelar kegiatan ini lantaran masyarakat perlu diinformasikan tentang keberadaan anak-anak down syndrome ini.

"Belum banyak kampus menggelar kegiatan semacam ini. Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat, bahwa anak-anak dowwn syndrome ada ditengah-temngah masyarakat. Mereka ini ada tetapi seringkali tidak dianggap. Padahal anak-anak down syndrome juga membutuhkan perhatian," tegas Jazidie.

Acara yang juga diwarnai diskusi menghadirkan sejumlah pakar ini terbuka untuk masyarakat luas termasuk keluarga-keluarga yang ingin mendapatkan informasi terkait keberadaan dan bagaimana memperlakukan anak-anak down syndrome.(tok)
top