suarasurabaya.net

Beberapa Rumah Kompos di Surabaya Hasilkan Energi Lisrik
Laporan Agustina Suminar | Senin, 18 Maret 2019 | 10:21 WIB

Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya. Foto: Antara
suarasurabaya.net| Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya menyebut ada beberapa rumah kompos di Kota Surabaya, Jawa Timur yang saat ini sudah dapat menghasilkan energi listrik.

Tri Rismaharini, di Surabaya, Senin (18/3/2019), mengatakan beberapa rumah kompos yang dimaksud itu di antaranya rumah kompos Bratang yang mampu memproduksi sampah menjadi listrik sebesar 2 kilowatt jam dan rumah kompos Jambangan menghasilkan listrik sebesar 4 kilowatt jam.

"Pengalaman rumah kompos di Wonorejo itu bisa menghasilkan 4 kilowatt (kwh)," ujarnya dilansir Antara.

Menurut dia, selain rumah kompos menghasilkan energi listrik, juga merupakan tempat pembuangan sampah (TPS) di kalangan masyarakat.

TPS yang dibangun tersebut berlandaskan pada sistem 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle). Adapun reduce adalah kegiatan mengurangi sampah (membuang sampah yang tak terpakai), reuse adalah kegiatan menggunakan kembali sampah yang dapat digunakan dan recycle adalah kegiatan yang mengelola kembali (mendaur ulang) sampah.

Untuk itu, Wali Kota Risma berencana akan membangun rumah kompos baru di kawasan Tenggilis dengan harapan bisa menghasilkan listrik sebesar 4 Kilowatt. Adapun letak persisnya berada di sekitar Kantor Taman Rayon Timur, Jalan Tenggilis Tengah Nomor 1 Surabaya.

Tidak hanya itu, Risma juga bakal membangun taman baru yang berdampingan dengan TPS di Tenggilis. Hal ini dilakukan sebagai upaya Pemkot Surabaya untuk mengoptimalkan lahan kosong yang ada.

Menurutnya, jika cara pengelolaan sampah dilakukan dengan benar, maka tidak akan menimbulkan bau ataupun aroma yang tidak sedap. "Tidak bau kalau mengelola sampahnya benar. Insya Allah tahun ini selesai," katanya.

Pihaknya juga akan menambah lokasi TPS yang ada di Wilayah sekitar Wonorejo. Penambahan di wilayah Wonorejo tersebut supaya lebih banyak menampung pembuangan sampah wilayah Surabaya timur dan dapat dikelola dengan tepat.

"Saat itu saya bingung menentukan lokasinya, sekarang sudah dapat dan sudah disurvei juga, tinggal eksekusi, kali ini lokasinya mengarah ke bozem yang ada di Wonorejo," ujarnya.(ant/tin/rst)
top