suarasurabaya.net

Risma Berencana Pertemukan Pelajar Surabaya dengan Fashion Desainer Papan Atas
Laporan Anggi Widya Permani | Minggu, 24 Maret 2019 | 16:55 WIB

Salah satu karya pelajar Surabaya yang dipamerkan dalam Surabaya Vaganza 2019, Minggu (24/3/2019). Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Parade bunga Surabaya Vaganza 2019 turut melibatkan sejumlah pelajar dari berbagai sekolah di Surabaya. Dalam kesempatan itu, para pelajar ini unjuk kebolehan memamerkan kostum karnaval, yang mereka desain sendiri.

Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya mengatakan, ini adalah bakat yang luar biasa dan perlu didukung oleh pihak pemerintah. Salah satunya, Risma berencana akan mengumpulkan para pelajar dan mempertemukannya dengan fashion desainer papan atas.

Mereka akan dibekali wawasan soal desain baju. Dengan harapan, itu akan membantu mereka untuk mengembangkan kemampuannya di bidang fashion.

"Sebetulnya dalam waktu dekat. Tapi karena ini mendekati ujian, takut keganggu sekolahnya. Nanti kita akan atur jadwal, saya ingin kumpulkan mereka untuk bertemu dengan para desainer. Supaya nanti diberikan wawasan dan bisa mereka kembangkan," kata Risma, Minggu (24/3/2019).

Selain dukungan pemerintah, kata dia, dukungan dari orang tua juga sangat penting. Menurutnya, orang tua tidak perlu khawatir apabila anaknya hanya berbakat di satu bidang saja. Anak-anak juga bisa sukses dengan bakat yang mereka punya.

Risma juga optimis, suatu saat mereka akan mampu bersaing dan melahirkan karya-karya hebat. Karena tidak sedikit, desainer asal Surabaya sudah sukses hingga ke level internasional.

"Ini adalah produk mereka sendiri (kostum,cred). Mari kita dukung, pemerintah memberikan dukungan dan wadah untuk anak-anak yang berprestasi. Orang tua tidak usah khawatir, kalau putra putrinya hanya berbakat dibidang olahraga, seni atau lainnya. Mereka bisa sukses dengan bakat mereka," kata dia.

"Saya yakin, mereka bisa dikembangkan dengan talenta-talenta itu. Saya sudah bisa buktikan. Banyak desainer Surabaya yang sekarang sudah bukan level nasional, tapi internasional," tambahnya. (ang/dwi)
top