suarasurabaya.net

Pekan Cipta Seni Pelajar 2019, Ajak Pelajar Cintai Seni Tradisi
Laporan J. Totok Sumarno | Jumat, 05 April 2019 | 13:23 WIB

Satu diantara seni tari tradisional Jawa Timur, Tari Gandrung dari Banyuwangi. Foto: Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Setelah melalui proses seleksi di masing-masing 38 kabupaten kota se Jawa Timur, maka tibalah para pelajar mengikuti Pekan Cipta Seni Pelajar 2019, yang digelar Jumat (5/4/2019) di gedung Cak Durasim kompleks taman budaya Jawa Timur (TBJ).

Efie Widjayanti S.Sos., M.Mpd kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Pelatihan dan Pengembangan Kesenian (LPPK) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur membenarkan bahwa kegiatan ini menjadi semacam monitoring pelatihan-pelatihan yang selama ini sudah digelar di masing-masing kabupaten kota Jawa Timur.

"Kami juga ingin melihat apakah kegiatan dalam bentuk pelatihan yang sudah dilakukan masing-masing kabupaten kota sudha sesuai dengan harapan. Kami melakukan monitoring terhadap upaya-upaya menggali potensi daerah melalui bidang seni, sekaligus juga melakukan seleksi awal," terang Efie.

Lebih dari itu, lanjut Efie pelaksanaan Pekan Cipta Seni Pelajar 2019 juga menjadi ajang bagi pelajar setiap daerah untuk berani menampilkan kreativitas dan kemampuannya di bidang seni khususnya seni tradisi.

"Agar setelah mereka mengenali dari proses pembelajaran dan pelatihan terhadap bidang seni yang mereka pilih, terutama seni tradisi, pada akhirnya kami berharap para pelajar ini juga akan mencintai seni tradisi daerah mereka masing-masing. Ini penting dilakukan sebagai bagian pelestarian seni tradisi," tambah Efie.

Pada kegiatan kali ini, tercatat sekurangnya 7 bidang yang dilombakan diantaranya, seni tari, seni musik, tradisi, teater, paduan suara, seni lukis, poster, dan patung serta seni kasidah. Tahun ini lomba juga dibagi menjadi dua kategori besar yaitu untuk pelajar usia 7 hingga 12 tahun dan kategori untuk pelajar usia 13 hingga 17 tahun.

Kegiatan Pekan Cipta Seni Pelajar 2019, ditambahkan Efie nantinya akan berlanjut ditingkat nasional, dengan mengirimkan para pemenang ditingkat provinsi untuk berkompetisi dengan provinsi lainnya di bidang seni.

"Tetapi yang terpenting dari kegiatan ini adalah mampu menumbuhkan kecintaan siswa-siswi serta pelajar dan generasi muda bangsa mencintai seni budaya tradisional di Jawa Timur. Itu menurut saya yang terpenting dan harus dipahami setiap pembimbing dan menularkannya kepada pelajar," pungkas Efie.

Sementara itu, ratusan pelajar didampingi para guru, dan pembimbing masing-masing sekolah yang berasal dari 38 kabupaten kota se Jawa Timur, sejak Kamis (4/4/2019) hadir di Taman Budaya Jawa Timur untuk menampilkan berbagai bentuk seni sesuai dengan daerah masing-masing.(tok/rst)
top