suarasurabaya.net

Pasca-Pemilu 2019 Khofifah Mengajak Masyarakat Jatim Banyak Berzikir, Selawat, dan Silaturahmi
Laporan Denza Perdana | Sabtu, 20 April 2019 | 16:27 WIB

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur (dua dari kanan) saat berdoa bersama di Haul Majelis Dzikir Maulidur Rasul, dan Haul KH Abdul Wahab Turcham ke-24 di halaman Yayasan Khodijah Surabaya, Sabtu (20/4/2019). Foto: Humas Pemprov Jatim
suarasurabaya.net| Dua hari pascapemungutan suara Pemilu 2019, Sabtu (20/4/2019), Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengajak masyarakat memperbanyak zikir, sholawat serta memperkuat tali silaturahmi antarsesama.

Khofifah yang juga Ketua Umum Yayasan Khadijah Surabaya menyatakan ini dalam Haul Majelis Dzikir Maulidur Rasul, dan Haul KH Abdul Wahab Turcham ke-24 di halaman Yayasan Khodijah Surabaya.

Ajakan ini, terutama untuk para pengurus dan siswa-siswi Khodijah Surabaya. Tujuannya, kata dia, agar niat dan cita-cita masing-masing individu bisa tercapai dan berjalan seiring di masa yang akan datang.

Zikir dan selawat, kata Khofifah, juga untuk menjaga sekaligus melindungi diri bagi umat yang beriman. Baik dari tutur kata, pikiran, dan kaki saat melangkah, agar selalu dijaga sekaligus dilindungi oleh Allah SWT.

"Mudah-mudahan kaki, pikiran, dan tutur kata kita dijaga sekaligus dilindungi oleh Allah SWT," ujarnya dalam kegiatan itu.

Khofifah juga menegaskan, dengan memperbanyak zikir dan selawat, masyarakat dapat terjaugkan dari orang-orang yang hendak bersikap maupun berperilaku zalim. Zikir dan selawat itu, kata dia, juga akan mampu menyelematkan masyarakat dari orang-orang seperti itu.

Di Haul Majelis Dzikir Maulidur Rasul dan Haul KH Abdul Wahab Turcham itu, Gubernur Jatim mengajak hadirin melantunkan selawat Asyghil. Selawat itu dia harapkan mampu menjaga dan membentengi hadirin dari kejahatan di dunia.

"Mari, melalui Selawat Asyghil ini kita mohonkan selawat dan salam atas Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabatnya. Selawat ini untuk meminta kepada Allah agar kita diselamatkan dari kejahatan orang-orang yang zalim," katanya.

Masruroh Wahid Ketua Muslimat Jawa Timur dalam sambutannya selaku alumnus Khodijah sekaligus murid KH Abdul Wahab Turcham mengatakan, dulu Kiai Abdul Wahab mendirikan Taman Pendidikan Khodijah hanya untuk santri perempuan.

Dia mengenang bagaimana KH. Abdul Wahab Turcham bercita-cita agar para perempuan di Jawa Timur bisa menjadi pemimpin bangsa dan guru-guru terbaik bagi anaknya sekaligus bagi masyarakat di sekitarnya.

"Ada pepatah, perempuan tidak perlu sekolah tinggi karena akan kembali ke dapur. Namun Kiai Abdul Wahab Turcham ingin anak-anak perempuan menjadi pemimpin bangsa. Allhamdulillah, lulusan Khodijah saat ini ada yang bisa menjadi pemimpin bangsa. Salah satunya Bu Khofifah yang pernah menjadi menteri dan kini menjadi Gubernur Jatim," ujarnya.(den/iss)
top