suarasurabaya.net

Anak-Anak Yatim Piatu di Malam Nisfu Syaban: Jangan Ada Lagi Cebong dan Kampret!
Laporan Denza Perdana | Sabtu, 20 April 2019 | 18:37 WIB

Anak-anak yatim piatu dari berbagai daerah di Jawa Timur menyambut malam Nishfu Sya'ban di Jalan Masjid Al-Akbar Timur Surabaya, Sabtu (20/4/2019). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Sebanyak 99 anak-anak yatim piatu dari berbagai daerah di Jawa Timur dikumpulkan di depan Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Jalan Masjid Al-Akbar Timur Surabaya, Sabtu (20/4/2019).

Anak-anak dari beragam panti asuhan ini menghadiri kegiatan Ruwahan Akbar atau kegiatan penyambutan Malam Nishfu Sya'ban. Selain berdoa bersama mereka juga mendapat santunan.

Tidak hanya itu, mereka juga membagikan sejumlah 1.440 kue apem kepada pengguna jalan sekitar kantor PWNU Jatim. Sambil bagi-bagi apem, mereka juga membawakan spanduk berisi pesan-pesan kepada masyarakat.

Pada hari-hari pascapemungutan suara Pemilu 2019 ini, anak-anak yatim piatu ini membawa spanduk dengan beragam pesan, salah satunya untuk masyarakat pendukung dua pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pemilu 2019.

"Jangan Ada Lagi Cebong dan Kampret. Semuanya, Ayo Baikan Dong!" Atau pesan seperti "Ayo Move On dari Coblosan, Saatnya Persiapan Sambut Ramadhan!"

Afif Amrullah Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sodhaqoh Nahdlatul Ulama Lazismu Jawa Timur mengatakan, pesan-pesan itu terutama memang ditujukan kepada para pendukung paslon yang sempat tidak akur.

"Sudah saatnya para elit, atau siapa pun pendukung pasangan calon yang mengikuti kontestasi Pemilu 2019, bersatu kembali untuk membangun Indonesia. Nanti kami juga akan berdoa bersama-sama agar hasil Pemilu ini membawa dampak positif bagi bangsa dan masyarakat," ujarnya.

Afif menjelaskan, jumlah 1440 apem yang dibagikan kepada pengguna jalan disesuaikan dengan Tahun Hijriah saat ini, yakni 1440 Hijriah. Sedangkan Apem sendiri, kata Afif, adalah kue yang banyak dibuat masyarakat Jawa Timur pada Malam Nishfu Syaban.

"Nama Apem sendiri, sesuai petunjuk Kiai sepuh di NU, berasal dari kata Afwan yang artinya permaafan. Biasanya, menjelang Nisfu Syaban seperti ini, apem-apem ini dibuat untuk dibagikan kepada tetangga maupun keluarga sebagai bentuk saling memaafkan," katanya.

Namun, selain itu, kue apem kali ini diharapkan menjadi simbol agar masyarakat yang tadinya tidak akur saat kampanye Pilpres 2019 bisa saling akur dan saling memaafkan setelah pemungutan suara selesai.(den/iss)


top