suarasurabaya.net

Return to Zero Gelaran Dies Natalis ke 52 Arsitektur UK Petra
Laporan J. Totok Sumarno | Rabu, 24 April 2019 | 16:51 WIB

Diskusi satu diantara rangkaian kegiatan Diesn Natalis ke 52 program studi Arsitektur Universitas Kristen Petra Surabaya. Foto: Humas UK Petra
suarasurabaya.net| Dies Natalis ke 52 program studi Arsitektur Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya, dijadwalkan bakal diisi berbagai kegiatan, termasuk kegiatan berskala internasional, dengan tema Return to Zero.

Sejumlah kegiatan, selama sepekan digelar mulai Selasa (22/4/2019) hingga Sabtu (27/4/2019), mulai dari pameran, talkshow, kompetisi, konferensi hingga pentas seni dihadirkan di kampus UK Petra Jl. Siwalankerto, Surabaya.

Pameran karya disiapkan panitia, Petra Architecture Week merupakan sebuah pameran industri atau material arsitektur, pameran karya dari beberapa studio perancangan Arsitektur UK Petra Surabaya serta karya para dosen, dipamerkan hingga Jumat (26/4/2019).

Talk Show Architecture at The Intersection yang digelar Rabu (24/4/2019) di gedung Q UK Petra Surabaya, diwarnai beberapa informasi penting bahwa pengetahuan atau ilmu arsitektur sejatinya bisa dikolaborasikan dengan disiplin ilmu lainnya, seperti fashion, fotografi, food, film, eksebisi dan branding.

"Kami ingin mengajak arsitektur hingga pengamat dunia arsitektur untuk berempati pada manusia, lingkungan maupun teknologi digital yang sedang berkembang pesat. Saat ini, ada kecenderungan pembangunan hanya menonjolkan keunggulan teknologi dan bentukan yang unik saja dan mulai melupakan kehadiran manusia sebagai penggunanya," terang Prof. Ir. Lilianny S. Arifin, M.Sc. PhD., Ketua Program Studi Arsitektur UK Petra.

Sementara itu, konferensi internasional digelar Kamis (25/4/2019) dan Jumat (26/4/2019), Konferensi Internasional 3rd ICEA (International Conference on Emphatic Architecture) yang berfokus pada Arsitektur yang berempati pengguna maupun lingkungan.

Menghadirkan lima keynote speaker, Yori Antar dari Han Awal & Partners-Indonesia, Prof. Mohd. Hamdan Ahmad dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Malaysia, Kuowei Eleazar Godfrey Chiu dari Tunghai University Taiwan, Siritip Harntaweewongsa dari GreenDwell Thailand dan Keat Ong dari Nota Design Group Singapore.

"Konferensi internasional ini kami mengajak para arsitek untuk bersama-sama berhenti sejenak mendiskusikan dan memikirkan kembali sejauh mana dampak pembangunan pada kota, sejarah, budaya dan pada anak-anak maupun leluhur kita," papar Bramasta Putra Redyantanu, S.T., M.T., dosen Arsitektur UK Petra Surabaya.

Seluruh rangkaian kegiatan Return to Zero, ditutup pentas seni yang digelar di kampus UK Petra, dan dari seluruh kegiatan ini diharapkan memperbaharui teori serta pengalaman berarsitektur mewujudkan karakter, keasrian dan keseimbangan karya arsitektur dan lingkungan.(tok/dwi)
top