suarasurabaya.net

Pemerintah Menjamin Ketersediaan Pasokan Listrik Menjelang Lebaran 2019
Laporan Farid Kusuma | Sabtu, 27 April 2019 | 13:23 WIB

Ilustrasi. Grafis: Purnama suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Kantor Staf Presiden (KSP) mendapatkan tugas dari Joko Widodo Presiden untuk mengoordinasikan dan menyinergikan seluruh kementerian, lembaga, dan BUMN dalam melayani kebutuhan masyarakat selama menjelang dan masa Lebaran 2019.

Kemarin, Jumat (26/4/2019), KSP menggelar rapat koordinasi di Gedung Bina Graha, Jakarta. Salah satu yang disiapkan dan dikoordinasikan adalah pengamanan pasokan dan ketersediaan listrik.

Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan dalam rapat koordinasi itu meminta laporan dan persiapan setiap kementerian, lembaga, dan BUMN terkait kebutuhan masyarakat terutama di bidang transportasi, suplai energi, dan pelayanan kesehatan.

"Perintah Presiden sangat jelas. Dari tahun ke tahun, pelayanan mudik untuk masyarakat harus ada peningkatan. Untuk itulah kami memonitor dan memantau persiapannya supaya dapat berjalan sebaik-baiknya," ujar Moeldoko.

Untuk menghadapi musim Lebaran dan liburan 2019 kali ini, PLN memperkirakan kebutuhan beban puncak selama masa lebaran akan mencapai sekitar 17 ribu MW, sedangkan daya mampu netto yang bisa disediakan adalah sekitar 35 ribu MW. Dengan demikian, tersedia cadangan daya (reserve margin) sekitar 63 persen dari kebutuhan.

Sementara itu, Darmawan Prasodjo Deputi I Kepala Staf Kepresidenan yang ditugaskan oleh Moeldoko untuk memimpin operasi pemantauan dan sinergi pelayanan mudik Lebaran 2019 mengatakan, dari sisi pasokan listrik, sekarang relatif sudah sangat aman.

"Empat lima tahun lalu, kondisi sistem kelistrikan nasional kita dari 17 sistem jaringan kelistrikan wilayah, 11 di antaranya masih defisit. Sekarang Alhamdulillah sudah tidak ada lagi yang defisit," katanya.

Dia menambahkan, suplai listrik untuk objek-objek vital nasional dan tempat pelayanan umum seperti bandara, terminal, pelabuhan, rumah sakit, tercukupi dengan baik.

"Untuk pengamanannya, PLN juga bersinergi dan bekerja sama dengan Kepolisian RI," tambahnya.

Khusus untuk pemenuhan kebutuhan listrik di Pulau Jawa, menurut Amir Rosidin Direktur Operasional PLN Area Jawa Bagian Tengah, PLN menyiapkan petugas siaga dalam masa siaga selama dua pekan Lebaran.

Sementara itu, pekerjaan konstruksi dan pemeliharaan jaringan yang bersinggungan juga dihentikan untuk meminimalisir risiko gangguan. "Kami juga menyiapkan Posko Siaga, termasuk Posko Mobile dan Telekomunikasi," ujarnya. (rid/tin)
top