suarasurabaya.net

Tips Aman dan Nyaman Saat Melintasi Tol Sumo
Laporan Agung Hari Baskoro | Selasa, 30 April 2019 | 19:41 WIB

Budi Pramono Direktur Utama PT Jasa Marga Surabaya-Mojokerto (JSM). Foto: Iping suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Berkendara melintasi jalan tol menjadi salah satu pilihan masyarakat ketika mudik lebaran, tak terkecuali pada tahun ini. Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) bakal jadi pilihan.

Budi Pramono Direktur Utama PT Jasa Marga Surabaya-Mojokerto (JSM) memberikan beberapa tips dan imbauan pada masyarakat yang akan melintasi jalan tol tersebut.

Ia mengimbau agar masyarakat selalu mengecek saldo E-Toll mereka terlebih dahulu. Pasalnya, jika saldo tidak cukup, hal tersebut akan sangat merepotkan pengendara dan petugas apalagi dalam masa arus mudik-balik Lebaran 2019.

"Kalau saldo kurang, dia harus bayar mahal, atau di top up dulu. Waktunya sangat panjang. Sejak awal jadi dia harus tahu asal dan tujuannya gimana, tarifnya berapa, di website kan banyak itu. Harapannya mereka sebelum masuk, saldonya cukup," ujar Budi ketika ditemui di Surabaya, Selasa (30/4/2019).

Selain mengecek saldo E-Toll, Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengecek kondisi tubuh dan kendaraan. Untuk keselamatan, ia meminta masyarakat untuk berhenti setiap tiga jam berkendara di jalan tol. Ia meminta masyarakat mencari Tempat Istirahat (TI) terdekat untuk beristirahat dan mendinginkan kendaraan.

"Ilmu medis mengatakan, kemampuan seseorang untuk secara terus menerus menyetir, itu hanya 4 jam. Tapi kan kemampuan orang kan macem-macem. Kami menyarankan 3 jam maksimum berhenti. Mbok cuman pijit, meregangkan kaki, minum kopi saja, abis itu jalan lagi," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa mobil yang terus menerus melaju tanpa henti dapat membuat ban panas dan bisa meletus. Dengan berhenti selama 15 menit saja, mobil dapat menjadi agak dingin dan tidak mengkhawatirkan.

"Kita hanya punya kewajiban menyiapkan saran prasarana semaksimal mungkin. Untuk urusan keselamatan, sangat tergantung pemakai jalan masing-masing," ungkapnya.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap menaati peraturan lalu lintas yang ada. Ia menyebut, Tol Sumo tidak memiliki black spot area (area rawan kecelakaan).

Budi mengatakan, berdasarkan data yang ia miliki, 60 persen kecelakaan di Tol Sumo terjadi karena pengemudi mengantuk dan 40 persen sisanya disebabkan pecah ban. (bas/ipg)

B E R I T A    T E R K A I T
  • Sambut Arus Mudik-Balik 2019, Tol Sumo Siapkan Tambahan Gardu dan Petugas Tapping
  • top