suarasurabaya.net

Pasca Musim Hujan, Musim Kemarau Diprediksi Agak Lama
Laporan Muchlis Fadjarudin | Senin, 06 Mei 2019 | 16:36 WIB

LetjenTNI Doni Monardo Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur,Senin (6/5/2019). Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| LetjenTNI Doni Monardo Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan kalau saat ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih mengeluarkan rilis dan data-data soal hujan.

"Prediksi terhadap curah hujan, BMKG masih mengeluarkan rilis dan menerbitkan data-data terkait dengan curah hujan yang tinggi diikuti dengan banjir dan juga tanah longsor," ujar Doni di kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur,Senin (6/5/2019).

Setelah musim hujan, kata dia, musim kemarau atau musim kering diprediksi akan agak lama.

"Setelah nanti masa hujan ini berakhir akan diawali dengan musim kering dan kemungkinan prediksinya agak panjang dan Indonesia mudah-mudahan tidak menderita yang paling besar dari fenomena ini," kata Doni.

Dia mengaku sudah mempersiapkan upaya-upaya agar kekeringan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

BNPB, kata Doni, sudah mulai menyampaikan ke seluruh BPBD provinsi kabupaten/kota untuk menyiapkan segala sesuatunya dan mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan terutama di daerah-daerah yang sudah seringkali terjadi kebakaran.

"Di Riau, Jambi, Sumatera Selatan kemudian di Kalimantan Barat, Tengah dan Selatan," jelasnya.

Menurut Doni, kalau sudah terjadi kebakaran, maka biaya yang dikeluarkan akan sangat besar, tetapi ternyata tidak diikuti dengan apinya padam. Ini karena banyak di daerah Indonesia lahan gambut kedalamannya lebih dari 20 meter.

"Kalau misalnya lebih dari 20 meter dengan teknologi modifikasi cuaca hutan buatan dengan menggunakan Water Bombing helikopter, itupun tidak akan bisa maksimal. Nanti tunggu aja periodenya ketika mulai masuk musim hujan, baru bisa padam total," tegasnya.

Jadi, kata Doni, yang dilakukan itu hanya sementara saja memadamkan bagian atas dari permukaan Gambut yang terbakar. Sementara yang di bagian paling dalam belum bisa nanti begitu kering asapnya muncul lagi.(faz/tin/iss)
top