suarasurabaya.net

Jawa Timur Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah Kategori Provinsi
Laporan Farid Kusuma | Kamis, 09 Mei 2019 | 12:40 WIB

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menerima Penghargaan Pembangunan Daerah 2019 yang diberikan secara simbolis oleh Joko Widodo Presiden, Kamis (9/5/2019), di Hotel Shangri-La Jakarta. Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendapatkan Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tahun 2019, sebagai salah satu pemerintah daerah dengan perencanaan, pencapaian dan inovasi pembangunan terbaik.

Penghargaan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) itu, diberikan secara simbolis oleh Joko Widodo Presiden, pada acara pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2020, Kamis (9/5/2019) siang, di Hotel Shangri-La Jakarta.

Pada kategori pemerintah provinsi, Pemprov Sumatera Selatan ada di peringkat ketiga yang menunjukkan kinerja terbaik dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan pada tahun 2018.

Kemudian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur di posisi kedua berkat efisiensi pembiayaan pembangunan dengan fiscal engineering dan creative financing, menurunnya angka kemiskinan, serta sinergitas antara sektor dan wilayah dalam pengembangan agropolitan dan minapolitan.

Penghargaan yang diserahkan Jokowi Presiden, diterima oleh Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur.

Sedangkan juara kategori pemerintah provinsi dengan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan terbaik adalah Jawa Tengah.

Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) mendorong seluruh pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas perencanaan pelaksanaan pembangunan.

Bambang Brodjonegoro Menteri PPN/Kepala Bappenas berharap, dengan adanya PPD, pemerintah daerah termotivasi untuk menyiapkan dokumen rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) lebih baik, konsisten, komprehensif, terukur dan bisa dilaksanakan.

Penilaian dilakukan oleh tim independen dari berbagai kalangan akademisi dan profesional, dengan memerhatikan proses penyusunan dokumen perencanaan, kualitas dokumen, inovasi pembangunan, dan pencapaian.

Sekadar diketahui, sejak tahun 2018, penghargaan pembangunan daerah bukan cuma dalam bentuk piala atau piagam, tapi juga ada tambahan berupa dana insentif daerah, serta pendidikan/pelatihan di dalam mau pun luar negeri. (rid/ipg)
top