suarasurabaya.net

Communication Day Hadirkan Praktisi Milenial
Laporan J. Totok Sumarno | Rabu, 15 Mei 2019 | 18:32 WIB

Ardyan M. Erlangga managing editor Vice Indonesia berbagi pengalaman di Communication Day UK Petra Surabaya. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Program Ilmu Komunikasi Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya, Rabu (15/5/2019) menggelar Communication Day dengan menghadirkan dua praktisi milenial di bidang periklanan serta program siaran televisi.

Lidyawati Aurelia country manager Anymind Grup Indonesia membahas bagaimana sebuah produk iklan diproduksi di era milenial ini serta apa saja yang dibutuhkan agar iklan dilirik dan dilihat milenial.

Tak cuma menarik, sebuah produk iklan di era saat ini membutuhkan beberapa hal yang diharapkan memberikan dampak bagi masyarakat atau pasar yang disasar oleh produk iklan itu sendiri.

"Kalau kemudian produk yang dihasilkan sama dengan produk lainnya, lalu apa keuntungannya?? Tidak ada. Karena itu butuh hal-hal baru yang penting dimasukkan dalam proses produksi iklan agar menarik, terutama bagi milenial," papar Lidyawati.

Lalu Lidyawati menambahkan bahwa unique selling point pada masing-masing produk menjadi sesuatu hal yang sangat penting sekaligus membedakan produk yang dihasilkan berbeda dengan produk-produk lainnya.

"Memperkuat dan menampilkan unique selling point pada produk-produk yang dihasilkan menurutku justru memperkuat produk itu. Karena berbeda dengan produk lainnya, dan ini tentunya akan menjadi pilihan baru bagi milenial. Ini penting," tambah Lidyawati.

Ardyan M. Erlangga managing editor Vice Indonesia, juga mengingatkan bahwa karya-karya yang ditampilkan pada Vice Indonesia tentunya tidak sama dengan produk Vice yang ada di Amerika Serikat.

"Tetapi dengan memasukkan hal unik yang ada di Indonesia, dan itu berbeda atau mungkin tidak ada di negara lain, maka karya itu menjadi luar biasa menarik. Itu yang terus kami upayakan dan lakukan dalam produksi-produksi Vice Indonesia hingga saat ini," terang Ardyan M. Erlangga.

Adyan menambahkan bahwa dengan terus berkembangnya teknologi serta semakin berperannya generasi muda milenial di banyak bidang, maka Vice Indonesia juga terus berusaha untuk menjadi bagian dari generasi muda milenial itu.

Vice Indonesia, lanjut Ardyan memiliki content yang sejatinya memang merupakan perpaduan antara banyak hal yang ada di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, content menjadi penting untuk berbeda dengan produk lainnya yang ada.

"Kehadiran Vice Indonesia, bukan semata-mata sekedar memindahkan Vice yang sebelumnya ada di Amerika Serikat, karena ada banya hal berbweda antara Indonesia dan negara lainnya. Tetapi kami tetap berusaha membuat konten-konten yang berbeda dan lebih menarik. Ini bisa jadi kekuatan," tegas Ardyan.

Communications for Millenials adalah tema yang dipilih pada international workshop pada Communication Day gelaran program studi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya, Rabu (15/5/2019).(tok/rst)
top