suarasurabaya.net

Hari Pertama Dibuka, Tol Pandaan-Malang Dilewati 27.163 Kendaraan
Laporan Dwi Yuli Handayani | Rabu, 15 Mei 2019 | 18:27 WIB

Ilustrasi
suarasurabaya.net| PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 27.163 kendaraan melintas di Tol Pandaan-Malang, Jawa Timur pada hari pertama operasi (Rabu, 14/5/2019) pukul 07.00 WIB hingga 23.59 WIB atau sehari setelah diresmikan Joko Widodo Presiden RI.

Dari jumlah itu, sebanyak 13.455 kendaraan mengakses Jalan Tol Pandaan-Malang untuk menuju Pandaan, sementara 13.708 kendaraan sisanya menuju Malang, dan tercatat kendaraan golongan I mendominasi kendaraan yang melintasi Jalan Tol Pandaan-Malang.

"Jalan Tol Pandaan-Malang dapat mempersingkat waktu tempuh Surabaya menuju Malang atau sebaliknya menjadi 1 hingga 1,5 jam, dibandingkan jika melewati jalan arteri atau non tol waktu tempuhnya bisa 2 hingga 3 jam. Ini tentu saja memudahkan masyarakat untuk bersilahturahmi dengan keluarga atau sekedar menikmati destinasi wisata di Malang Raya," kata Agus Purnomo Direktur Utama PT JPM dalam keterangan pers di Surabaya, Rabu (15/5/2019), seperti dilansir Antara.

Menurut Agus, jumlah kendaraan yang melintas di tol Pandaan-Malang tersebut masih bisa meningkat terutama pada akhir pekan.

Jalan Tol Pandaan-Malang memiliki total panjang 38,488 km, di mana tiga seksi yang diresmikan oleh Presiden mencakup Seksi 1 Pandaan-Purwodadi sepanjang 15,475 Km, Seksi 2 Purwodadi-Lawang sepanjang 8,50 Km dan Seksi 3 Lawang-Singosari sepanjang 7,51 Km.

Selain tiga seksi yang telah diresmikan, PT JPM akan meningkatkan pelayanan arus mudik dan balik Lebaran 2019 dengan membuka Seksi 4 Singosari-Pakis sepanjang 4,75 km yang saat ini progres kontruksinya sudah mencapai 82,33 persen untuk beroperasi fungsional.

Sedangkan untuk seksi 5 Pakis-Malang sepanjang 3,113 Km masih dalam tahap konstruksi, dan progresnya telah mencapai 37,29 persen.

Jalan tol Pandaan-Malang, kata dia, memiliki pemandangan indah dan beroperasi tanpa tarif hingga Lebaran, tujuannya untuk memberikan sosialisasi optimal kepada masyarakat serta sekaligus menambah opsi akses jalan bagi para pemudik sehingga turut memperlancar arus mudik dan balik Lebaran 2019.

Agus Tri Antyo Humas Jasa Marga Tol Surabaya-Gempol mengatakan, untuk penerapan tarif nantinya akan menunggu keputusan pemerintah pusat, setelah operasional tanpa tarif selesai dilakukan.

"Terkait tarif nanti akan tetap menunggu pemerintah pusat, dan tentunya setelah dilakukan evaluasi," katanya. (ant/dwi/rst)
top