suarasurabaya.net

Dalam Kondisi Sakit ketua KPPS Gundih Masih Semangat Jalankan Tugas
Laporan Agung Hari Baskoro | Rabu, 15 Mei 2019 | 22:32 WIB

Pelepasan jenazah Syaiful Arif Ketua KPPS TPS 40 Kelurahan Gundih, Surabaya oleh Camat Bubutan untuk kemudian dimakamkan di pemakaman umum setempat. Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Kabar duka kembali datang dari petugas KPPS di Surabaya. Ketua KPPS TPS 40 Kelurahan Gundih, Bubutan atas nama Syaiful Arief (69) meninggal dunia pada Rabu (15/5/2019) sore.

Syaiful Kirom Ketua PPS Kelurahan Gundih mengatakan, yang bersangkutan memang sudah dalam kondisi sakit saat bertugas di KPPS pada tanggal 17 April 2019. Malam harinya, Arief sudah terlihat lemas namun tetap memilih menjalankan tugas.

"Waktu itu, proses penghitungan suara di tingkat KPPS selesai pukul 02.00 WIB tanggal 18 (April 2019, red). Dari situ, setelah itu udah gak enak badan. Diabetnya naik," ungkap Kirom kepada suarasurabaya.net pada Rabu (15/5/2019).

Setelah itu, ternyata di TPS 40 ada revisi karena terdapat kesalahan penulisan C1, sehingga harus mengorekai Plano. Saat itu, Kirom mengatakan, almarhum masih turut mengurus meski dalam kondisi sakit.

Kirom sempat melarang almarhum untuk mengurusi revisi, karena melihat kondisinya yang kurang fit. Namun, karena semangatnya dalam menjalankan tugas, almarhum tetap memilih mengurusi langsung proses revisi tersebut.

Setelah itu, ia mengaku mendapat kabar dari Keluarga almarhum bahwa Arief pernah jatuh sekitar tanggal 12 Mei 2019 lalu. Pasca jatuh, keluarga sempat membawanya ke pengobatan alternatif dan puskesmas. Namun nyawa almarhum tidak tertolong dan meninggal pada pukul 15.30 WIB hari ini (15/5/2019).

Almarhum telah menjadi petugas KPPS sejak pemilu 1999 dan menjadi veteran ketua KPPS sejak beberapa tahun lalu. Arief meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak. (bas/dwi/rst)
top