suarasurabaya.net

Beauty Re-Toucher Langganan Artis, Pamerkan Karya
Laporan J. Totok Sumarno | Kamis, 16 Mei 2019 | 19:04 WIB

ilustrasi
suarasurabaya.net| Mahasiswa program studi Visual Communication Design (VCD) Universitas Ciputra, Jumat (17/5/2019) sampai Minggu (19/5/2019) gelar pameran tugas akhir di atrium Linear Ciputra World Surabaya.

Diantaranya adalah karya Beauty Re-Toucher langganan artis.

Satriya Wildan Kurnia mahasiswa program studi Visual Communication Design (VCD) Universitas Ciputra satu diantara yang memamerkan karyanya sebagai beauty re-torucher yang karya keterampilannya banyak diminati artis serta klinik kecantikan.

Ditangan Wildan, sebuah foto berubah menjadi sangat luar biasa dan indah. Bahkan obyek foro yang sebagian besar adalah perempuan, seolah tidak percaya bahwa foto dirinya berubah menjadi sangat cantik dan sangat luar biasa menarik.

Selain memamerkan bisnis family photography dengan brand Genealogy, Wildan juga akan memaerkan karya-karyanya, yang mampu menyulap wajah seorang perempuan terlihat sangat menawan.

"Awal dari keterampilan re-toucher ini saat aku magang di Studio 47 di Jakarta. Dari situlah aku banyak belajar tentang tehnik re-toucher sampai akhirnya memasuki tahapan beauty re-toucher. Tiga bulan serius belajar, dan belajar dengan keras, sampai akhirnya terima klien," terang Wildan, Kamis (16/5/2019).

Dari kreativitas serta keterampilan melakukan beauty re-toucher tersebut, dan menerima klien, ternyata banyak di apresiasi, dan tidak sedikit mereka menyatakan puas dengan karya yang dihasilkan Wildan.

"Dan klien kemudian semakin berdatangan, juga dari klien Studio 47. Klien yang datang memang banyak. Tidak hanya artis, ada juga orang-orang agency dan klinik-klinik kecantikan," kata Wildan.

Mau tahu seperti apa karya hasil keterampilan beauty re-toucher Satriya Wildan Kurnia yang kabarnya banyak diminati artis tersebut, langsung hadiri saja pamerannya di Ciputra World. "Beberapa karya aku pamerkan," tukas Wildan.

Christian Angrianto Kepala Program Studi VCD Universitas Ciputra menyampaikan bahwa para mahasiswa memang dituntut untuk menghasilkan karya-karya yang menarik sekaligus memiliki ciri khas sehingga dapat dikenali masyarakat.

"Pameran ini, menjadi bagian dari penilaian dengan pembobotan 30%. Mahasiswa tidak bisa asal-asalan membuat tugas akhir. Mereka tidak hanya diuji oleh dosen, tetpai langsung bertemu dengan praktisi dan market. Karenanya mahasiswa tidak bisa main-main dalam membuat tugas akhir yang dipamerkan," terang Christian.

Pertemuan langsung dengan praktisi dan perwakilan market atau pasar saat pameran yang akan memberikan tanggapan pad akarya-karya tugas akhir yang dipamerkan ini, ditegaskan Christian agar mahasiswa serius berkarya dan memberikan yang terbaik bagi dirinya sendiri maupun masyarakat luas.

"Kami berharap desain yang dibuat mahasiswa, dapat dimengerti dan bukan sekedar tempelan semata. Tanggapan dan komentar langsung para praktisi diharapkan membuka wawasan mahasiswa untuk memahami kebutuhan pasar. Sehingga karyanya sesuai kebutuhan pasar sekaligus memberikan edukasi bagi masyarakat," pungkas Christian.

Sementara itu, untuk pameran tugas akhir prodi VCD Universitas Ciputra kali ini menampilkan sekurangnya 37 produk, diantaranya jenis bisnis hobby dan ilustration, decoration, multimedia, fashion, packaging, clothing, food and beverages, yang seluruhnya dipamerkan di Linear Atrium Ciputra World, Surabaya.(tok/rst)
top