suarasurabaya.net

Workshop Teknologi Fotonik Peringati Hari Cahaya Internasional
Laporan J. Totok Sumarno | Jumat, 17 Mei 2019 | 15:25 WIB

Pelajar peserta workshop teknologi fotonik di ITS Surabaya. Foto: Humas ITS Surabaya
suarasurabaya.net| Menyemarakkan Hari Cahaya Internasional (International Day of Light), ITS Surabaya lewat Society of Photo-Optical Instrumentation Engineers (SPIE) Student Chapter ITS gelar workshop bagi guru dan siswa SMA se Jawa Timur.

Workshop bertajuk: International Day of Light (IDL) 2019: Inspiring Education in Optics & Photonics kali ini digelar berkolaborasi dengan OSA Student Chapter ITS, Departemen Teknik Fisika ITS, dan PGRI Provinsi Jawa Timur.

Dr rer nat Ir Aulia Muhammad Taufiq Nasution MSc., Ketua panitia IDL 2019, menyampaikan Hari Cahaya International ini dicanangkan karena cahaya dirasa banyak membawa dampak yang sangat besar bagi kehidupan di dunia. "Antara lain bisa berdampak di bidang teknologi, militer, dan kesehatan," terang Aulia.

Dicanangkannya IDL ini, lanjut Aulia satu diantaranya untuk membangun kapasitas pendidikan dunia, melalui aktivitas yang ditargetkan di bidang sains untuk kaum muda. "Sehingga dapat membangun kesadaran global, khususnya di bidang sains," kata dosen Teknik Fisika ITS ini.

Menurut Aulia, workshop ini juga bertujuan untuk menjadikan pendidikan fisika optika itu bisa terstimulasi menjadi konten pembelajaran yang semakin menarik dan menginspirasi.

Aulia menganggap bahwa para guru SMA yang mengikuti workshop ini selanjutnya bisa menjadi garda terdepan untuk mendidik generasi muda yang nantinya berkecimpung di bidang teknologi cahaya.

IDL ini, tambah Aulia menyasar kepada guru SMA, karena diharapkan guru dapat memberikan stimulus kepada siswanya untuk bisa tertarik menekuni bidang cahaya. "Dan juga karena dosen kapasitasnya tidak terlalu besar untuk menjangkau siswa, jika dibandingkan dengan seorang guru," tambah Aulia.

Sementara itu, disampaikan Dr Bambang Lelono Widjiantoro ST MT., Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITS, yang membuka acara mewakili Rektor ITS mengatakan bahwa selepas workshop ini para guru diharapkan bisa mengubah kesan siswa terhadap fisika. "Yang awalnya fisika itu dianggap sulit bisa berubah menjadi fisika itu menarik," kata Bambang Lelono.

Bambang berharap lulusan SMA yang mengambil bidang studi fisika menjadi semakin banyak. Ini haruslah didorong oleh peran seorang guru yang menjadi ujung tombak untuk membuat fisika bukanlah sebuah momok. "Sehingga diharapkan setelah workshop ini dapat melahirkan ilmuwan baru yang dapat meraih penghargaan nobel di bidang fisika nantinya," papar lelaki yang juga dosen Teknik Fisika ini.

Selain seminar untuk guru SMA, IDL juga mengadakan workshop untuk siswa yang berasal dari berbagai SMA di Jawa Timur. Workshop yang diadakan ini berisi demo aplikasi fotonika serta praktikum dengan dibimbing mahasiswa dari Laboratorium Fotonika Teknik Fisika ITS.

"Praktikum yang diadakan terdiri dari berbagai materi seperti polarisasi, difraksi kisi, interferometer, dan indeks bias," terang Anak Agung Ngurah Ary Murti Santoso, satu diantara koordinator panitia workshop IDL.

Workshop yang diikuti oleh 61 orang siswa ini lebih menekankan ke fenomena fotonika. Tujuannya adalah memberikan wawasan yang lebih ke siswa bahwa cahaya itu memiliki potensi lebih menjadi teknologi di masa depan.

"Contoh sederhana adalah teknologi Fiber Optic yang mulai sering digunakan untuk teknologi komunikasi, jika mereka termotivasi mengembangkannya akan sangat bermanfaat nantinya," tambah mahasiswa Teknik Fisika angkatan 2015 ini.

Agung pun berharap dari pelaksanaan IDL ini, siswa ketika selesai mengikuti workshop nantinya dapat lebih termotivasi untuk mempelajari dan mengembangkan teknologi fotonik.

Dengan hal itu, mereka juga diharapkan dapat berinovasi menciptakan teknologi fotonik demi kemajuan riset di Indonesia. "Tentunya motivasi tersebut harus mereka tanamkan dan mulai dicoba sejak dini," pungkas Agung, Jumat (17/5/2019).(tok/ipg)
top