suarasurabaya.net

Kementerian PUPR akan Evaluasi Desain Rest Area Jalan Tol
Laporan Ika Suryani Syarief | Rabu, 12 Juni 2019 | 10:37 WIB

Antrean kendaraan di Rest Area selama masa mudik Lebaran 2019. Foto: Kementerian PUPR
suarasurabaya.net| Basuki Hadimuljono Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan kondisi prasarana jalan baik jalan tol maupun jalan nasional relatif baik dan tidak mengalami masalah.

Ke depannya, pemerintah berencana akan mengupayakan adanya perubahan desain parkir di tempat peristirahatan jalan tol. Hal itu dilakukan guna mengakomodasi pemudik yang ingin beristirahat di sela perjalanan mudik atau balik.

"Kita evaluasi desain untuk parkir lebih disiapkan khusus, tidak menyebar di semua ruang rest area. Perilaku pengendara umumnya misalnya jika ingin ke toilet, maka parkirnya juga harus dekat dengan toilet sehingga menumpuk. Untuk itu akan kita coba atur agar parkir kendaraan di rest area agak jauh dari pertokoan sehingga lebih teratur," kata Menteri Basuki seperti dalam edaran pers yang diterima suarasurabaya.net, Rabu (12/6/2019).

Di samping itu untuk rest area pada ruas jalan tol antar kota, kata Basuki, posisinya terlalu dekat dengan pinggir jalan, sehingga kerap menimbulkan kemacetan. "Akan kita coba evaluasi rest area yang saat ini berada persis di pinggir jalan tol. Akan lebih baik jika desainnya menjorok ke dalam, terutama untuk jalan tol antar kota yang masih memungkinkan ketersediaan lahannya. Terlebih dengan rencana Kementerian Perhubungan yang akan memanfaatkan rest area sebagai 'terminal tol', maka dibutuhkan desain khusus agar tidak menimbulkan kemacetan," ujar Menteri Basuki.

Terkait evaluasi kecukupan tempat istirahat (rest area) di Jalan Tol, Menteri Basuki mengatakan dibutuhkan dukungan perilaku pengendara dalam menggunakan rest area sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan.

"Seberapa pun banyaknya rest area, tidak akan cukup dengan kondisi eksisting yang seperti ini. Sebagai ilustrasi, rest area di Palimanan dan Kalikangkung, kondisi normal menampung 17 ribu kendaraan, namun pada saat mudik kemarin naik 4 kali lipat jadi 68 ribu kendaraan. Penerapan kebijakan satu arah yang memungkinkan penggunaan rest area di kedua sisi, juga tidak bisa menampung seluruhnya pemudik ingin masuk rest area," ujarnya.

Terkait kebijakan sistem satu arah (one way) yang diterapkan pada saat arus mudik dan balik Lebaran 2019, Menteri Basuki mengatakan kebijakan ini membantu kelancaran juga membawa dampak positif kepada para pedagang di sepanjang jalan nasional. "Positifnya adalah pada saat arus mudik diberlakukan satu arah dari Jakarta, maka pengendara dari Timur ke Barat diharuskan masuk ke jalan nasional sehingga berdampak warung-warung dan toko oleh-oleh banyak dikunjungi, begitupun sebaliknya saat arus balik," ujarnya. (iss/ipg)
top