suarasurabaya.net

Berkejaran dengan Musim Hujan, Jalan Surabaya Barat Kembali Dikebut
Laporan Zumrotul Abidin | Rabu, 12 Juni 2019 | 16:37 WIB

Eri Cahyadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya saat sidak box culvert di Manukan, Rabu (12/6/2019).Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Pengerjaan jalan Surabaya Barat yang membentang dari Girilaya sampai Benowo kembali dikerjakan. Jalan sepanjang 13 kilometer ini masih terputus di sisi Manukan-Banjar Sugihan-Sememi-Benowo.

Eri Cahyadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya mengatakan, penutupan box culvert di sisi Manukan-Banjar Sugihan Sememi tuntas di bulan November 2019.

Pemerintah Kota Surabaya, kata Eri, akan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mencari perkiraan musim hujan, sehingga penutupan box culvert bisa tuntas sebelum musim hujan tiba.

"Saya sampaikan ke tim proyek agar memasang seluruh box culvert sebelum musim hujan. Kira-kira sampai bulan November. Kami akan koordinasi sama BMKG terkait antisipasi cuaca ini," ujarnya saat sidak box culvert di Manukan, Rabu (12/6/2019).

Eri berharap proyek multiyears yang dikerjakan mulai tahun 2009 hingga 2020 tidak keluar dari kurva S atau jadwal pelaksanaan penuntasan proyek pada Agustus 2020.

"Proyek ini masih bertahan dalam Kurva S, saya minta PU Binamarga juga terus mengawal jangan sampai molor," katanya.

Menurut Eri, pengerjaan box culvert ini seringkali mengalami kendala, di antaranya sosialisasi ke warga sekitar yang terganggu oleh proyek ini. Selain itu, akses kelancaran lalu lintas juga mrnjadi pertimbangan sehingga pengerjaan tidak bisa dikebut.

"Pekerjaan ini, kalau pelaksanaan pengerukan lancar dengan persetujuan warga maka akan cepat. Kendalanya warga terganggu, dan butuh sosialisasi. Selain itu dampak lalu lintas warga di pemukiman. Kami berharap, warga sabar dulu, jalan ini nantinya juga untuk masyarakat," katanya.

Eri mengatakan, untuk mempercepat pengerjaan ini, pihaknya akan menerjunkan tim untuk memonitoring dalam dua minggu sekali. Setelah sisi Manukan-Sememi tuntas maka akan dilanjutkan lelang lagi untuk sisi Babat Jerawat sampai Benowo.

"Untuk ercepatan. Kami akan turun ke proyek minggu sekali, agar tidak keluar skedul," katanya.

Berikut ini data tahpan proyek jalan Girilaya-Manukan yang dibiayai APBD dan sebagian APBN. Panjang jalan: 13910 meter (Girilaya sampai Benowo dengan anggaran total Rp762 Miliar.

- Girilaya-Banyuurip 852 meter (2009) Rp 35 M.
- Banyuurip-Simo Jawar 1520 meter (2010)
Rp 67 Miliar.
- Simo Pomahan-Simo Jawar 650 meter (2011) Rp19 Miliar.
- Simo Jawar-Margomulyo 2988 meter (2012-2014) 248 Miliar (APBN).
- Margomulyo-Kali Balong 500 meter (2015) Rp 41 Miliar.
- Babat Jerawat 600 meter (2016) Rp41 Miliar.
- Kandangan-Babat Jerawat 2400 meter (2017-2018) Rp 167 Miliar.
- Manukan-Banjar Sugihan 1000 meter (2019-2020) Rp 61 Miliar.
- Banjar Sugihan-Sememi 1300 meter (2019-2020) Rp 78 Miliar.
- Babat Jerawat-Benowo diperkirakan lelang 2021. (bid/dwi/rst)
top