suarasurabaya.net

6 Prodi ITS Raih Akreditasi General
Laporan J. Totok Sumarno | Selasa, 18 Juni 2019 | 18:42 WIB

Satu diantara gedung prodi S1 ITS yang berhasil meraih akreditasi general dari IABEE. Foto: Humas ITS Surabaya
suarasurabaya.net| Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terus berupaya menjaga kualitas setiap program studi (prodi) nasional maupun internasional, dan dibuktikan dengan keberhasilan 6 prodi S1 raih akreditasi general dari Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE).

Keenam prodi tersebut antara lain Teknik Perkapalan, Teknik Material, Teknik Kimia, Teknik Fisika, Teknik Mesin, dan Teknik Lingkungan. Perolehan tersebut menyusul prodi Teknik Kelautan yang terlebih dahulu berhasil meraih akreditasi provisional dari IABEE setahun sebelumnya.

Dr Ir Agung Purniawan ST MEng., Kepala Departemen Teknik Mateial ITS, menjelaskan, selama ini IABEE sendiri telah diakui di Indonesia oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sebagai badan yang bertanggungjawab terhadap akreditasi program-program studi yang memberikan gelar sarjana akademik di bidang teknik dan computing.

Lembaga akreditasi internasional tersebut mengacu pada Washington Accord sebagai salah satu standar akreditasi internasional bidang teknik. Akreditasi IABEE menekankan pada implementasi pendidikan berbasis capaian pembelajaran (outcome based education). "Sehingga menjamin pemenuhan proses perbaikan berkelanjutan," kata Agung.

Kemudian dalam mendapatkan akreditasi internasional, tambah Agung, setiap program studi diharuskan menyesuaikan pembelajaran berdasarkan capaian pembelajaran (learning outcome) yang sudah ditentukan dan diberikan oleh IABEE.

Sementara itu, Agung mencontohkan hal yang juga dilihat dalam proses akreditasi meliputi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Kebersihan, dan hasil pembelajaran dari mahasiswa itu sendiri.

Akreditasi internasional yang diraih ini juga dapat menjadi salah satu nilai tambah pada setiap prodinya. Pasalnya, ketika banyak mitra dari luar yang menanyakan mengenai bagaimana pembelajaran yang telah dilakukan, akreditasi ini menjadi bukti bahwa kualitas yang ada telah memenuhi terhadap standardisasi internasional.

Dengan adanya akreditasi ini, Agung juga mengharapkan untuk bisa menjadikan momentum pembenahan pada sistem menajemen dalam internal prodi itu sendiri. "Nantinya, hal ini juga akan terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya ketika akan diakreditasi saja," pungkas Agung, Selasa (18/6/2019).(tok/ipg)
top