suarasurabaya.net

Pendaftar Prodi Tertentu ITS, Dilarang Buta Warna
Laporan J. Totok Sumarno | Jumat, 21 Juni 2019 | 18:29 WIB

Gedung Rektorat ITS Surabaya, menjadi kawasan kumpul mahasiswa termasuk beberapa pelaksanaan tes. Foto: Humas ITS Surabaya
suarasurabaya.net| Jelang penutupan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019, Senin (24/6/2019), pendaftar program studi (prodi) di ITS harus diingatkan ketentuan khusus, satu diantaranya persyaratan tidak buta warna pada beberapa program studi (prodi) tertentu.

Sekurangnya 12 prodi di ITS yang memiliki ketentuan tersebut, yaitu Fisika, Kimia, Biologi, Teknik Kimia, Teknik Lingkungan, Teknik Geomatika, Teknik Geofisika, Teknik Elektro, Teknik Biomedik, Arsitektur, Desain Produk, dan Desain Interior.

Sebab proses pembelajaran dalam prodi-prodi tersebut dipastikan sangat memerlukan suatu kompetensi spesifik, atau kekhususan yang terkait dengan kondisi mata mahasiswanya.

Dr Eng Unggul Wasiwitono ST MEngSc., Kepala Subdirektorat Penerimaan Mahasiswa dan Pengelolaan Kuliah Bersama ITS, juga menyarankan, sebaiknya para pendaftar harus mengetahui kondisi matanya sebelum memilih prodi tersebut.

Pasalnya, akan dilakukan tes buta warna kembali setelah pendaftar tersebut dinyatakan diterima pada prodi itu saat registrasi ulang nanti.

Pada SBMPTN 2019 ini, ITS mengalokasikan 1.574 kuota untuk mahasiswa barunya. Jumlah tersebut merupakan 40 persen dari daya tampung total ITS pada tahun ini.

Sementara sisanya sebesar 60 persen dibagi rata pada jalur SNMPTN dan Progam Kemitraan dan Mandiri (PKM). Mulai tahun ini pula, terdapat prodi baru yaitu Studi Pembangunan yang tergolong dalam kategori sosial dan humaniora (soshum).

Melihat data pada peminat tahun lalu dan daya tampung tahun ini, tercatat bahwa keketatan dari prodi yang tergolong baru justru sangat ketat. Sebab, daya tampung prodi baru cenderung sangat sedikit dan peminatnya lumayan banyak.

Unggul juga menekankan bahwa semua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) termasuk ITS tidak pernah meriliskan passing grade atau nilai minimal untuk lolos pada suatu prodi. Pasalnya, setiap prodi hanya menerima pendaftar yang memiliki nilai terbaik sejumlah kuota prodi yang dipilihnya.

"Jadi pada setiap tahunnya, nilai terendah yang diterima pada suatu program studi tidak sama, selalu berubah-ubah. Ini juga harus diketahui dan dipahami masyarakat," terang Unggul Wasiwitono.

Unggul juga menegaskan kembali bahwa jalur masuk ITS progam sarjana hanya ada tiga yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan PKM. Oleh karena itu, para calon mahasiswa diharapkan untuk sangat berhati-hati bilamana terdapat oknum yang tidak bertanggung jawab menawarkan jalur yang lain.

"Pada dasarnya, seluruh informasi resmi mengenai pendaftaran mahasiswa di ITS dapat dilihat di laman smits.its.ac.id," pungkas Unggul, Jumat (21/6/2019).(tok/ipg)
top