suarasurabaya.net

Ubaya dan Pemkot Surabaya Tandatangani Program Triple Helix
Laporan J. Totok Sumarno | Selasa, 25 Juni 2019 | 17:47 WIB

Tri Rismaharini Walikota Surabaya (baju putih) menyaksikan penandatanganan program Triple Helix oleh Ir Benny Lianto Rektor Ubaya. Foto: Humas Ubaya
suarasurabaya.net| Meningkatkan mutu SDM, Universitas Surabaya (Ubaya) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya lakukan MoU dengan 14 perusahaan. Realisasi program Triple Helix.

Penandatanganan memory of understanding (MoU) dilakukan langsung oleh Ir. Benny Lianto, MMBAT., Rektor Ubaya, bersama Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya, di lobby Balai Kota Surabaya.

Tahun 2019 merupakan kali kedua penandatanganan MoU Triple Helix, yang merupakan kerjasama antara tiga pihak yaitu Politeknik Ubaya sebagai penyelenggara pendidikan, Pemkot Surabaya sebagai penyandang dana, dan perusahaan sebagai penyaluran lapangan kerja.

Kerjasama ini diwujudkan dengan pemberian beasiswa penuh tingkat Diploma III (D3) di Politeknik Ubaya bagi warga kota Surabaya yang kurang mampu.

"Melalui program ini, mahasiswa yang telah lulus dari Program Pendidikan Vokasi D3 Politeknik Ubaya bisa langsung diterima bekerja di berbagai perusahaan atau industri yang telah menjadi mitra Ubaya. Adanya Triple Helix, Ubaya kian bersinergi dengan Pemkot Surabaya dalam mensejahterakan warga dalam meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas," terang Agung Sri Wardhani, S.E., M.A., Direktur Politeknik Ubaya.

Pemberian beasiswa ini berupa pembebasan uang kuliah, sertifikasi, dan pemberian uang saku setiap bulan kepada mahasiswa.

Program ini terbuka bagi semua warga kurang mampu yang memiliki KTP kota Surabaya dengan melampirkan Ijazah, Surat Hasil Ujian Nasional (SHUN), fotokopi nilai rapor, fotokopi KK (Kartu Keluarga), dan maksimal usia pendaftar 22 tahun.

Pendaftaran dan seleksi tahap awal dilakukan oleh Pemkot Surabaya. Kemudian, data pendaftar yang lolos akan diberikan kepada Politeknik Ubaya untuk diseleksi kembali berdasarkan seleksi TPA (Tes Potensi Akademik), seleksi TSA (Tes Substansi Akademik), Psikotest, dan seleksi perusahaan atau industri.

Sejak awal perusahaan atau industri telah terlibat untuk menentukan calon pekerja yang akan mereka terima untuk bekerja. Setelah lolos lima tahap seleksi, maka pendaftar dapat dinyatakan sebagai penerima beasiswa.

Selama proses belajar tidak hanya pihak Politeknik Ubaya yang mendidik dan membimbing, namun perusahaan ikut membina agar penerima beasiswa siap bekerja dalam dunia industri.

Tahun 2018, dari 700 pendaftar yang mengikuti tes akhirnya tersaring 80 pendaftar yang lolos kelima tahap seleksi dan menerima beasiswa D3 Politeknik Ubaya.

"Saya berharap dengan hadirnya Politeknik Ubaya bersama perusahaan atau industri dapat selalu berkomitmen untuk mencetak SDM yang lebih baik khususnya bagi warga kota Surabaya. Hal ini selaras dengan yang dikatakan Risma saat sambutan Pelantikan Rektor Ubaya beberapa hari lalu, jika masyarakat mempunyai pendidikan yang baik maka tingkat kejahatan dan pengangguran akan berkurang. Maka harapannya, pendidikan warga kota Surabaya bisa terus lebih baik," pungkas Agung Sri Wardhani, Selasa (25/6/2019).

Sementara itu, ke 14 perusahaan yang turut hadir dalam MoU, yaitu perwakilan dari PT. Widaya Inti Plasma, PT. Japfa Comfeed Indonesia, PT. Synergy Ultima Nobilus, PT. Bersatu Sukses Group, PT. Untung Bersama Sejahtera, PT. Royal Wahana Nusantara, PT. Goldi Asiana Pangan, PT. Sieto Utama, PT. Ilios Studio Teknologi, CV. Muncul Jaya, CV. Pesona Mandiri, CV. Universal Services, CV. Universal Trading, dan Yayasan Longying.(tok/ipg)
top