suarasurabaya.net

Mokpo National University Korea dan ITS Mulai Kelas Joint Degree
Laporan J. Totok Sumarno | Senin, 01 Juli 2019 | 19:37 WIB

Prof Kyung Seok Byun dihadirkan langsung dari Mokpo National University (MNU) Korea untuk memberi kuliah di ITS Surabaya. Foto: Humas ITS Surabaya
suarasurabaya.net| Departemen Teknik Perkapalan ITS mulai laksanakan kelas program joint degree bersama Mokpo National University (MNU), Korea di Aula BG Munaf Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS, Senin (1/7/2019).

Pada kuliah awal berupa summer course yang dijadwalkan bakal digelar sampai 22 Juli 2019 ini juga menghadirkan dua dosen dari MNU, yakni Prof Sol Ha dan Prof Kyung Seok Byun.

Menurut Ir Wasis Dwi Aryawan MSc PhD, Kepala Departemen Teknik Perkapalan ITS, dalam progam untuk sarjana (S1) ini, nantinya mahasiswa akan berkuliah di ITS hanya selama enam semester, dan sisanya selama dua semester terakhir akan mereka jalani di kampus MNU, Korea.

Ketika lulus nantinya, para mahasiswa tersebut akan mendapatkan dua gelar sekaligus yaitu Sarjana Teknik (ST) dari ITS dan Bachelor of Engineering (BEng) dari MNU. Wasis juga menyebutkan bahwa sekitar 83 SKS (Satuan Kredit Semester) akan diberikan oleh ITS dan 62 SKS nantinya disampaikan oleh MNU.

Untuk meringankannya, para mahasiswa nantinya juga dapat mencicil beberapa SKS yang akan diberikan oleh MNU di ITS, sebelum mereka berangkat ke Korea mulai dari semester tiga. "Karena itu, kita nantinya juga akan mengundang beberapa dosen dari MNU untuk menyampaikan perkulihaannya di ITS untuk memenuhi SKS dari MNU," terang Wasis.

Pada progam perdana ini, ada 29 mahasiswa yang akan mengikuti program tersebut. Namun, Wasis menyebutkan bahwa khusus untuk progam ini ITS akan menerima calon mahasiswa baru tahun 2019 ini dari jalur Program Kemitraan dan Mandiri (PKM) sebanyak 40 orang.

Selain progam joint degree ini, Teknik Perkapalan ITS juga membuka kelas internasional yang relatif lebih terbuka untuk menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi mancanegara. "Sebab kalua lewat program joint-degree seperti ini hanya terikat pada kerja sama dengan satu perguruan tinggi mancanegara," kata Wasis.

Sementara itu, ditambahkan Prof Dr Ir Adi Soeprijanto MT., Wakil Rektor I ITS Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, bahwa progam joint degree ini merupakan hal yang menarik bagi ITS. Biasanya joint degree dilakukan pada jenjang Master (S2), namun kali ini dilakukan pada jenjang sarjana.

Menurut guru besar Teknik Elektro ini, hal tertsebut juga akan berdampak baik kepada mahasiswa. Pasalnya, mereka nantinya juga dapat mengenal dunia luar dengan lebih cepat dan menyerap berbagai ilmu dan kebiasaan yang baik dari masyarakat luar yang nantinya dapat diterapkan kembali di Indonesia.

"Mulai tahun ini juga, ITS membuka kelas internasional di 15 departemen yang ada," pungkas Wasis yang pernah menjabat Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS tersebut, Senin (1/7/2019).(tok/ipg)
top