suarasurabaya.net

Asia Summer Program Liburan dan Belajar
Laporan J. Totok Sumarno | Kamis, 04 Juli 2019 | 16:41 WIB

Catarina Barros mahasiswi Portugal peserta Asia Summer Program 2019. Foto: humas UK Petra Surabaya
suarasurabaya.net| Asia Summer Program 2019 yang digelar Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya, digelar 1 Juli sampai 19 Juli 2019, melibatkan 12 negara di Asia, sebagai liburna musim panas mahasiswa Asia. Liburan sambil belajar.

Para mahasiswa yang mengikuti program ini akan mendapatkan empat SKS dari dua mata kuliah yang dipilihnya. Menggunakan bahasa pengantar Inggris, para pengajarnya adalah para dosen mitra.

Ke 11 negara yang berpartisipasi pada Asia Summer Program 2019 diantaranya adalah: Bangladesh, Jepang, Lithuania, Malaysia, Filipina, Portugal, Korea, Singapura, Taiwan, Thailand dan Indonesia sebagai tuan rumah yang mewakili 20 universitas.

Total peserta program ini mencapai 157 mahasiswa yang terdiri dari 65 mahasiswa asing, 86 mahasiswa UK Petra, dan 6 mahasiswa Ukrida & Machung.

Menariknya, para peserta dipastikan akan mendapatkan kegiatan akademik dan non akademik. Selama berada di dalam kelas, mereka juga akan belajar budaya Indonesia dengan cara yang menyenangkan, dengan cara fun.

Diantaranya akan ada tur keliling kota Surabaya dan Gunung Bromo di akhir pekan, ada juga workshop, ditambah lagi dengan aktifitas-aktifitas menarik lainnya untuk mengenal Asia lebih dalam. Setiap kegiatan baik didalam kelas atau aktifitas lainnya dipastikan akan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya.

Aktifitas non akademik yang menarik misalnya seperti fun games tradisional secara berkelompok di gedung Q lantai 3, area reflection room di kampus UK Petra. Ada juga lomba bermain Kelereng, Bakiak, Makan Kerupuk dan Keset Balon.

Pada Kamis (4/7/2019) dijadwalkan para peserta Asia Summer Program 2019 ini, peserta diajak bermain Human Ladder (tangga manusia), Balap Karung, Semangka Koin dan permainan Sendok Tepung.

Monika Kristanti S.E., M.A., Koordinator Asia Summer Program 2019 menyampaikan bahwa untuk jadi pahlawan masa kini tidak harus berjuang, dan dari hal-hal kecil seseorang bisa menjadi pahlawan.

"ASP 2019 tahun ini yang ke 8. Tema Hero in Me, ingin menunjukkan bahwa menjadi pahlawan masa kini tak harus berperang. Akan tetapi tiap orang dapat menjadi pahlawan dengan hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari. Bersama anak-anak muda lainnya melangkah bersama menjadikan dunia tempat yang lebih baik untuk ditinggali," terang Monika, Kamis (4/7/2019).

Kegiatan ASP 2019 ke 8 ini, ditambahkan Monika menghadirkan sekurangnya 22 kelas dengan berbagai kegiatan di kelas dan diluar kelas yang diharapkan memberikan nilai-nilai baru yang positif bagi peserta.

"Ada sekurangnya 22 kelas disediakan dengan banyak kegiatan di kelas maupun di luar kelas, dan kedepan menjadi bekal atau nilai-nilai baru bagi peserta, para mahasiwa sebagai calon-calom pemimpin masa depan di Asia yang memahami budaya Asia serta memiliki karakter di era globalisasi," pungkas Monika.(tok/tin)
top