suarasurabaya.net

Inovasi Kamtibmas FKPM Kedung Asem Rungkut Berbuah Apresiasi Mabes Polri
Laporan Zumrotul Abidin | Jumat, 12 Juli 2019 | 16:43 WIB

Didik Edy Susilo Ketua FKPM Kedung Asem Indah, Surabaya. Foto: Istimewa.
suarasurabaya.net| Kerja keras Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kedung Asem Indah Rungkut, Surabaya berbuah manis. FKPM Kedung Asem terpilih menjadi satu-satunya dari Surabaya yang mewakili Jawa Timur untuk menghadiri undangan Mabes Polri.

Melalui Surat Telegram dari Polda Jawa Timur Nomor ST/142/VII/HUK.6.5/2019, mengundang FKPM Kedung Asem Indah Rungkut mengikuti Binkatpuan Manajemen Polmas Kepada Ketua FKPM dan Pengemban Polmas pada15-18 Juli 2019.

Didik Edy Susilo Ketua FKPM Kedung Asem Indah mengaku bersyukur atas apresiasi tersebut. Kerja keras dalam berinovasi mewujudkan keamanan warga secara mandiri terbukti berhasil.

"Kami sungguh tidak menyangka pihak Mabes Polri memberi perhatian ini," kata Didik, Jumat (12/7/2019).

Dia lalu menjelaskan, FKPM Kedung Asem terpilih menjadi wakil Jawa Timur dalam Lomba Polisi Masyarakat (Polmas). Event itu digelar hasil kerja sama Polisi Jepang dan Mabes Polri. Verifikasi telah dilakukan yang dihadiri 3 orang dari kepolisian Jepang bersama 5 orang dari tim Mabes Polri.

"Kami mendapat rekomendasi dari Polda Jawa Timur untuk mewakili Jawa Timur dalam keikutsertaan Lomba Polmas itu," kata Didik.

Menurut Didik, FKPM Kedung Asem dinilai berhasil melakukan sinergi masyarakat dengan polisi. Hal itu terwujud dari banyaknya upaya penanggulangan dan pencegahan terhadap gangguan kantibmas dan tindak kriminal yang tidak memerlukan penangann dari kepolisian.

Didik kemudian menyebut berbagai inovasi yang dilakukan FKPM Kedung Asem yang didirikan sejak 2006. Satu di antaranya, one way gate dan pemberian stiker kendaraan warga yang cukup berhasil mempersempit celah bagi pihak yang tidak bertanggung jawab masuk ke wilayah permukiman.

"Kami juga membangun Posko Pokja FKPM. Buka 24 jam. Ada kegiatan olahraga, kesenian, kepemudaan, posyandu, dan masih banyak lagi. Kami juga menyulap lahan kosong samping Pokja menjadi kebun buah naga. Dalam setahun warga bisa dua kali memanen buah naga," kata Didik.

Dari inovasi tersebut, kata Didik, sederet penghargaan telah diraih, yakni juara Lomba Cipta Kampung Aman, Kampung Literasi Terbaik, dan Kampung Merdeka dari Sampah.

"Kami bisa bertahan selama tiga belas tahun karena ada dukungan warga. Mereka sangat antusias dengan program kerja FKPM," kata Didik. (bid/ipg)
top