suarasurabaya.net

Serunya Berwisata Alam di Water Tubing Selong Malang Mojokerto
Laporan Agustina Suminar | Minggu, 14 Juli 2019 | 17:21 WIB

Wisatawan menikmati derasnya air di Water Tubing Selong Malang, yang terletak di Dusun Jabung, Desa Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Foto: Fuad Radio Maja FM
suarasurabaya.net| Mojokerto terkenal sebagai salah satu daerah yang menyimpan keindahan tempat wisata alamnya. Tak heran jika pada momentum akhir pekan, wilayah yang disebut sebagai bumi Majapahit itu menjadi jujukan bagi para wisatawan khususnya Jawa Timur.

Baru baru ini, sebuah water tubing di Dusun Jabung, Desa Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto semakin ramai dikunjungi wisatawan.

Water Tubing Selong Malang namanya. Disana, wisatawan disuguhkan oleh keindahan alam dengan airnya yang jernih beserta tumpukan bebatuan besar yang menghiasi keaslian Sungai Boro.

Lokasi water Tubing yang baru dibuka setelah lebaran 2019 ini diapit oleh bebukitan. Apalagi lokasinya yang berada di tengah hutan lindung petak 58 KRPH Jabung membuat keasrian alam masih sangat terasa bagi siapapun yang datang.

Dengan memanfaatkan derasnya aliran sungai dari lereng Gunung Arjuno, wisata water tubing ini tentunya sangat memacu adrenalin. Bagaimana tidak, dengan menggunakan ban, mereka akan meluncur mengikuti derasnya aliran Sungai Boro ini. Bahkan wisatawan harus berbenturan dengan bebatuan besar yang ada di sungai.

Meski demikian, sebelum para wisatawan memulai berselancar mengikuti arus sugai, wisatawan diwajibkan menggunakan rompi pelampung, pelindung kepal sesuai arahan dari tour guide guna menjaga keselamatan wisatawan.

Selanjutnya, mereka harus berjalan menyusuri aliran sungai sejauh dua kilo meter. Baru setelah itu mereka meluncur menyusuri derasnya aliran sungai.

Johan Untung, salah seorang pengunjung mengaku, wisata water tubing Selo Malang yang baru di buka dua bulan ini sangat menyenangkan. Selain meluncur di atas derasnya aliran sungai, wisatawan juga diberikan edukasi menjaga lingkungan.

"Katanya setiap pengunjung yang kesini, setelah berwisata diharuskan menanam satu pohon yang disediakan pengelolaan," ucap Untung pada Fuad reporter Radio Maja FM Mojokerto, Minggu (14/7/2019).

Dia pun mengaku, sangat mengapresiasi wisata alam ini, terlebih bagi pengelola yang mempunyai inisiatif untuk memajukan potensi Desa dan menjaga lingkungan.

Sementara itu, Ahmad Yani 49 Pengelola wisata alam water tubing Selo Malang mengatakan, sejak dibukanya wisata alam dengan memberikan edukasi pemeliharaan hutan, wisatawan yang datang tidak hanya dari Mojokerjo tetapi juga kota-kota lain di Jawa Timur.

"Rencana dibukanya wisata alam ini sebenarnya sejak lama. Namun baru dibuka dua bulan yang lalu, kita bekerja sama dengan berbagai elemen yang bernama Gakopen (Gabungan komunitas pecinta alam)," terangnya.

Dia berujar, dengan moto "Gati Marang Ibu Pertiwi" yang memiliki arti peduli terhadap alam sekitar, pihaknya bersama semua elemen akan terus menjaga alam dengan melalui cara memanfaatkan alam.

Nantinya, lanjut Yani, wisata edukasi alam yang ada di Desa Lebak Jabung, yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Jombang, akan di kembangkan secara bertahap.

"Untuk setiap wisatawan yang datang akan kita suruh menanam satu pohon yang sudah kita sediakan. Ini dilakukan sebagai kita turut menjaga lingkungan dan kedepan kita mampu merasakannya," jelasnya.

Sedangkan untuk tarif masuk, pihak pengelola hanya mengenakan tarif Rp25 ribu untuk menyewa peralatan untuk water tubing.

Selain itu, di wisata water tubing Selo Malang ini pihaknya juga sudah menyediakan beberapa paket bagi wisatawan yang datang. Paket dengan harga 40 ribu dan 50 ribu. Paket dengan harga Rp40 ribu memberikan fasilitas berupa peralatan dan diantarkan dengan mengunakan mobil yang sudah disediakan. Ini dikarenakan jarak dari jalan raya ke lokasi water tubing lumayan jauh. Sedangkan paket Rp50 ribu memberikan wisatawan fasilitas makanan nasi jagung dengan lauk khas masyarakat Desa Jabung.

Untuk bisa sampai kesana, wisatawan harus melewati jalan yang lumayan ekstrem, karena jalan masih berupa tanah.

Lokasi sungai Moro berada di perbatasan Desa Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto dengan Wonosalam, Kabupaten Jombang.(fad/tin/dwi)
top