suarasurabaya.net

Inovasi Jatim Masuk Kompetisi Pelayanan Publik PBB, MenPAN RB Beri Penghargaan
Laporan Denza Perdana | Jumat, 19 Juli 2019 | 12:32 WIB

Syafruddin Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) menyerahkan penghargaan ini kepada Khofifah dalam acara Penganugerahan Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2019, di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/7/2019). Foto: Humas Pemprov Jatim
suarasurabaya.net| Empat inovasi pelayanan publik Pemprov Jatim berhasil lolos sebagai peserta United Nations of Public Service Awards (UNPSA) Tahun 2019. Keempat inovasi itu antara lain Jalin Matra, Ayo Kerja, simPADU-PMI, serta Underwater Restocking.

UNPSA adalah kompetisi pelayanan publik tingkat internasional yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setiap tahun. Atas prestasi ini, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menerima penghargaan dari MenPAN-RB.

Syafruddin Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) menyerahkan penghargaan ini kepada Khofifah dalam acara Penganugerahan Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2019, di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/7/2019).

Inovasi Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (Jalin Matra PFK) adalah inovasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jatim.

Inovasi ini dilakukan sebagai intervensi atas banyaknya perempuan dengan tingkat kesejahteraan 10 persen terendah (desil 1) yang jadi kepala rumah tangga karena bercerai, suami meninggal atau mengalami difabel sehingga tidak bisa bekerja.

Program Jalin Matra PFK ini bertujuan memberikan akses interaksi dan perlindungan terhadap Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP) melalui optimalisasi peran 5.824 Kader TP-PKK sebagai mother care bagi KRTP.

Inovasi Underwater Restocking merupakan inovasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim yang bertujuan untuk meningkatkan sumber daya ikan yang terus menurun akhir-akhir ini.

Inovasi yang dilakukan di wilayah perairan Jatim ini untuk memulihkan mata rantai ekosistem melalui penebaran benih ikan di dasar laut dengan cara menyelam dan menebarkan benih ikan langsung ke area rumah ikan di kedalaman 10-15 meter.

Program ini ditingkatkan di beberapa wilayah perairan, di antaranya Banyuwangi, Probolinggo, Situbondo, Malang, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Sumenep dan Pamekasan.

Sejak dilakukan Underwater Restocking, hasil tangkapan ikan berukuran lebih besar dan bernilai ekonomi lebih tinggi, jenis ikan pun makin beragam sehingga menjadi destinasi wisata baru seperti diving yang digemari wisatawan.

Inovasi Ayo Kerja dan SimPADU-PMI adalah inovasi Disnakertrans Jatim. Inovasi "Ayo Kerja" menyajikan layanan informasi, bimbingan konseling dan penempatan kerja disertai layanan berbasis teknologi informasi.

Sedangkan inovasi simPADU-PMI (Sarana Informasi dan Pelayanan Terpadu Pekerja Migran Indonesia) adalah layanan berisi informasi, konsultasi, dan pengaduan yang terintegrasi dengan layanan pelatihan, sertifikasi serta Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) pekerja migran Indonesia.

Inovasi ini dikembangkan karena kondisi layanan penempatan dan perlindungan pekerja migran selama ini yang memiliki citra rumit dan birokratis, mahal, serta kurangnya pemahaman alur bekerja yang aman dan prosedural.

Program simPADU-PMI ini diharap mampu mengurangi keterbatasan akses informasi kerja ke luar negeri, memberikan kepastian alur, waktu, dan transparansi biaya layanan dokumen melalui sarana Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA).

Salah satu tujuan inovasi ini adalah pemberdayaan pekerja migran Indonesia yang purna tugas untuk pengelolaan remitansi dan aktivitas ekonomi secara produktif dengan program Pro Empowerment.(den/dwi)
top