suarasurabaya.net

Gubernur Pertimbangkan Tambahan Anggaran di Perubahan APBD Jatim 2019
Laporan Denza Perdana | Minggu, 21 Juli 2019 | 13:16 WIB

Khofifah Indar Parawansa saat memimpin Rapat Koordinasi Optimalisasi Kinerja dan Realisasi Anggaran 2019, di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jumat (19/7/2019). Foto: Humas Pemprov Jatim
suarasurabaya.net| Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mempertimbangkan tambahan anggaran di Perubahan APBD 2019. Tambahan anggaran akan membuat kinerja tidak produktif bila serapan pada semester kedua 2019 belum sampai 50 persen.

Dia menyampaikan itu dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Kinerja dan Realisasi Anggaran 2019 bersama seluruh Kepala OPD dan Rumah Sakit Pemprov Jatim, di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jumat (19/7/2019).

"Kalau awal semester dua realisasinya di bawah 50 persen, perlu dipertimbangkan tambahan anggaran di PAPBD, karena justru makin tidak produktif," ujarnya kepada seluruh kepala OPD dan RS yang hadir.

Khofifah mengingatkan, Pemprov Jatim masih punya Rp4,5 triliun Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) APBD 2018. Dia miinta OPD dan RS mengoptimalkan serapan anggaran dan rencana kerja (Renja) masiing-masing.

Renja OPD yang terukur, kata Khofifah, sangat berkaitan dengan capaian atas 11 Indeks Kinerja Utama (IKU) RPJMD Jatim 2019-2024. Apalagi, sekarang ada IKU baru di RPJMD, yakni indeks pengurangan resiko bencana.

Indeks baru itu harus diperinci di OPD-OPD terkait seperti BPBD, Dinas Sosial, Dinas PU Bina Marga, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial. Demikian juga 10 IKU dalam RPJMD yang juga harus diinci di OPD terkait.

Khofifah meminta, evaluasi dan sinkronisasi Renja dan Rencana Strategis (Renstra) OPD dengan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) dan RPJMD Jatim rampung dan dilaporkan kepadanya sebelum 25 Juli.(den/dwi)
top