suarasurabaya.net

Risma Sabet Tiga Penghargaan dalam Ajang Berbeda
Laporan Zumrotul Abidin | Rabu, 24 Juli 2019 | 16:00 WIB

Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya saat menerima penghargaan Indonesia`s Attractiveness Award (IAA) 2019 Platinum kategori Kota Besar sektor Infrastruktur dan Pariwisata di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (23/7/2019) malam. Foto: Humas Pemkot Surabaya
suarasurabaya.net| Setelah menerima penghargaan Women Empowerment Award (WEA) dari Media Her Times di Singapura dua hari lalu, kemarin malam (23/7/2019), Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya kembali memboyong dua penghargaan sekaligus dari Tempo Media Group dan Frontier Group.

Penghargaan itu adalah Indonesia`s Attractiveness Award (IAA) 2019 Platinum kategori Kota Besar sektor Infrastruktur dan Pariwisata.

Penghargaan itu pun diterima langsung oleh Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (23/7/2019) malam. Penghargaan yang sudah digelar sejak tahun 2015 itu diikuti oleh 56 nominasi kabupaten, kota dan provinsi yang dilakukan pada 24-28 Juni 2019.

Para nominator ini sudah melalui tahap penyaringan, pengolahan data, survey dan tahap terakhir adalah presentasi di hadapan juri dari berbagai kalangan. Hasilnya, tim penilai memutuskan memberi penghargaan IAA 2019 kepada Kota Surabaya sebagai kota besar terbaik sektor infrastruktur dan pariwisata.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma menuturkan penghargaan yang didapatkan ini akan terus mendorong dirinya beserta jajarannya untuk lebih bekerja keras lagi. Bahkan, ia terus berkomitmen untuk tidak henti-henti meningkatkan kesejahteraan bagi warga Kota Surabaya.

"Terima kasih, mudah-mudahan apresiasi yang terus kami dapat menjadikan kami untuk bekerja lebih keras lagi dalam memberikan kesejahteraan warga," kata Risma usai menerima penghargaan, seperti dalam rilis yang diterima suarasurabaya.net.

Risma yang juga menjabat sebagai Presiden United Cities and Local Goverment (UCLG) Asia Pasific (Aspac) ini menjelaskan penghargaan yang diperoleh tersebut akan menjadikan Kota Pahlawan tidak hanya dikenal di dalam negeri saja. Ia berharap mata dunia mampu melihat keindahan kota ini sebagai kota wisata kelas dunia.

"Mudah-mudahan Kota Surabaya bisa lebih dikenal bukan hanya di Indonesia. Tapi dikenal seluruh penjuru dunia," lanjutnya.

Sementara itu, Toriq Hadad Direktur Tempo menjelaskan penghargaan ini selalu mendapatkan sambutan baik dari kepala daerah. Antusiasme pun terus tumbuh hingga penyelenggaraan kelima tahun ini. Oleh karena itu, Tempo berharap ajang ini dapat memotivasi kepala daerah untuk terus berkarya bagi daerah dan nasional.

"Diharapkan dapat mempertahankan penghargaan yang diraih, bahkan terus mendapatkan lebih dari apa yang sudah diraih pada tahun ini," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sektor Pariwisata menjadi salah satu Pendapatan Daerah yang seringkali memberikan kontribusi besar bagi suatu daerah. Daerah-daerah yang mampu menarik turis dari dalam maupun luar negeri akan mampu memberikan pemasukan yang besar.

"Tentunya dapat meningkatkan pendapatan daerah dan menggairahkan ekonomi setempat, baik sektor perdagangan, transportasi, akomodasi, dan lainnya," kata dia.

Sedangkan untuk menunjang kemajuan pertumbuhan ekonomi, diperlukan infrastruktur seperti jalan, listrik, dan komunikasi, sehingga memudahkan proses distribusi dan akses terhadap pelayanan. Refleksi terhadap kemajuan daerah juga dapat dilihat dari kepuasan publik terhadap layanan-layanan yang diberikan oleh pemerintah daerah.

"Pelayanan publik di tingkat kota, kabupaten dan provinsi oleh pemerintah daerah maupun lembaga-lembaga pendidikan dan kesehatan juga merupakan salah satu cermin yang sangat menentukan pertumbuhan ekonomi daerah di masa mendatang," tegasnya.

Selama kepemimpinan Wali Kota Risma sejak tahun 2010 hingga saat ini, Kota Surabaya meraih penghargaan sebanyak 259 penghargaan untuk instansi dan individu, yang terdiri dari 233 penghargaan nasional dan 26 penghargaan international. (bid/dwi/rst)
top