suarasurabaya.net

BMKG Tanggapi Keresahan Masyarakat Terkait Potensi Gempa 8,8 SR
Laporan Dwi Yuli Handayani | Kamis, 25 Juli 2019 | 10:15 WIB

BMKG menanggapi keresahan masyarakat terkait informasi akan terjadinya gempa bumi dengan kekuatan 8,8 yang diikuti tsunami setinggi 20 meter. Foto: bmkg.go.id
suarasurabaya.net| BMKG menanggapi keresahan masyarakat terkait informasi akan terjadinya gempa bumi dengan kekuatan 8,8 yang diikuti tsunami setinggi 20 meter di pantai Cilacap, Yogyakarta sampai Jawa Timur.

Muhammad Sadly Deputi Bidang Geofisika BMKG menjelaskan, Indonesia sebagai wilayah yang aktif gempa bumi memiliki potensi gempa bumi yang dapat terjadi kapan saja dan dalam berbagai kekuatan.

"Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi yang tepat dan akurat kapan, dimana dan berapa kekuatannya. Sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi," kata Sadly dalam rilis yang disampaikan lewat website bmkg.go.id.

Kata Sadly, berdasarkan kajian para ahli bahwa zona megathrust selatan Jawa memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum 8,8. Tetapi ini adalah potensi bukan prediksi sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu.

"Untuk itu kita semua harus melakukan upaya mitigasi struktural dan non struktural dengan membangun bangunan aman gempa, melakukan penataan tata ruang pantai aman tsunami serta membangun kapasitas masyarakat terkait cara selamat saat terjadi gempa bumu dan tsunami," ujar dia.

Dengan demikian, tambah Sadly, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang beredar.

Diberitakan sebelumnya, Widjo Kongko Pakar Tsunami dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) memprakirakan, gempa megathrust dengan magnitudo 8,8 berpotensi terjadi di selatan Pulau Jawa dan bisa menyebabkan timbulnya gelombang tsunami dengan ketinggian 20 meter di sepanjang pantai tersebut.

"Ada segmen-segmen megathrust di sepanjang selatan Jawa hingga ke Sumba di sisi timur dan di selatan Selat Sunda. Akibatnya, ada potensi gempa megathrust dengan magnitudo 8,5 hingga 8,8," katanya di Yogyakarta, Rabu (17/7/2019), seperti dilansir Antara.

Gempa dengan magnitudo cukup besar tersebut juga berpotensi menyebabkan munculnya gelombang tsunami. Berdasarkan permodelan, gelombang tsunami tersebut memiliki potensi ketinggian 20 meter dengan jarak rendaman sekitar tiga hingga empat kilometer.

Gelombang tsunami akan tiba dalam waktu sekitar 30 menit usai terjadi gempa besar. "Jika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membutuhkan waktu lima menit sejak gempa untuk menyampaikan peringatan dini, maka masyarakat hanya memiliki waktu sekitar 25 menit untuk melakukan evakuasi atau tindakan antisipasi lain," katanya.

Daerah yang berpotensi terkena dampak gelombang tsunami jika terjadi gempa megathrust di selatan Jawa khususnya di selatan DIY cukup panjang yaitu dari Cilacap hingga ke Jawa Timur. (dwi/ipg)
top