suarasurabaya.net

Jajal Kehidupan Desa, 94 Mahasiswa Asing Ikuti COP
Laporan J. Totok Sumarno | Jumat, 26 Juli 2019 | 18:31 WIB

Peserta COP 2019 saat ikut berlatih gamelan du sanggar kesenian Dusun Troliman, Desa Begagan Limo, Kecamatan Gondang, Mojokerto. Foto: totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Ajak membangun desa, serta mencoba kehidupan di desa, 94 mahasiswa luar negeri ikuti Community Outreach Program (COP) gelaran UK Petra Surabaya.

Membangun desa dan mengenal kehidupan di desa, Jumat (26/7/2019), sekurangnya 94 mahasiswa dari luar negeri mengikuti Community Outreach Program (COP) yang digelar Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya.

Kegiatan yang mewajibkan pesertanya tinggal dan hidup serta melakukan aktivitas bersama warga desa tersebut. Program ini merupakan gelaran rutin yang digagas UK Petra guna memberikan pengalaman pada mahasiswa tentang kehidupan sosial ditengah masyarakat.

"Mereka secara langsung berinteraksi dengan masyarakat desa. Bekerja bersama, dan mengenali sekaligus merasakan bagaimana berinteraksi langsung dengan masyarakat desa. Tahun ini ada 94 mahasiswa dari luar negeri, yang datang dari berbagai universitas dan berbagai negara," terang Dwi Setiawan Ketua COP 2019, Jumat (26/7/2019).

Secara keseluruhan ada 177 peserta, yang 94 diantaranya mahasiswa dari Belanda, China, Taiwan, Hongkong, Korea, dan Jepang. Sedangkan sisanya adalah mahasiswa dari UK Petra Surabaya.

Sejumlah kegiatan, diantaranya belajar gamelan dan mengecat tembok dan menghias tembok sekolah, diikuti para peserta COP 2019 di dua dusun, masing-masing dusun Troliman, dan dusun Begagan.

"Peserta dibagi dibeberapa dusun di kawasan Desa Begagan Limo, Kecamatan Gondang, Mojokerto. Termasuk di dua dusun tersebut. Mereka juga tinggal dirumah penduduk di dua dusun tersebut," tambah Dwi.

Dijadwalkan selama 3 minggu para peserta COP 2019 yang dihelat UK Petra Surabaya ini, akan berada di Desa Begagan Limo untuk mengwrjakan berbagai proyek dan mengikuti aktivitas masyarakat desa," papar Dwi.

Kawasan Desa Begagan Limo yang berada di lereng gunung Anjasmoro itu memang berhawa sejuk dan sebagian besar warga desa memiliki persawahan sehingga para peserta juga ikut terlibat dalam kegiatan sehari-hari bercocok tanam di sawah.

Sabrina satu diantara mahasiswi asal Belanda, ikut membantu membersihkan ruang SD Troliman, yang berada di Dusun Troliman. Tidak hanya itu, Sabrina yang mengaku pertamakali datang ke Indonesia juga mengecat bangku sekolah.

"Senang disini. Warga masyarakatnya ramah dan senang bekerja. Ini akan jadi pengalaman tidak teelupakan, dan semoga yang kita kerjakan memberikan manfaat bagi masyarakat di sini," tutur Sabrina.(tok/tin/ipg)
top