suarasurabaya.net

BMKG Akan Mencabut Peringatan Dini Tsunami Gempa Banten Setelah Dua Jam
Laporan Muchlis Fadjarudin | Jumat, 02 Agustus 2019 | 21:14 WIB

Gambaran lokasi gempa berpotensi tsunami yang berpusat di Banten, Jumat (2/8/2019) malam. Foto: BMKG
suarasurabaya.net| Dwikorita Karnawati Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir di Samudra Hindia untuk tetap meninggalkan tempatnya pascagempa magnitudo 7,4 pukul 19.03 WIB, Jumat (2/8/2019).

"Masyarakat diimbau masih tetap meninggalkan pesisir karena BMKG belum mencabut peringatan dini tsunami," ujar Dwikorita dalam konferensi pers di kantor BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menurut dia, pencabutan peringatan dini tsunami akan dilakukan setelah dua jam atau sampai pukul 21.35 WIB dengan pertimbangan fenomena alam.

"Karena fenomena alam, maka sesuai SOP diminta meninggalkan pesisir selama dua jam atau sampai pukul 21.35. WIB sambil memantau informasi dari BMKG," jelasnya.

Meski begitu itu, Dwikorita minta masyarakat juga dihimbau untuk tetap tenang.

Sebelumnya gempa dengan kekuatan magnitudo 7,4 Episenter terletak pada koordinat 7.54 LS dan 104.58 BT tepatnya di laut pada kedalaman 10 km.

Dwikorita menegaskan,gempa susulan sejauh ini belum ada. Untuk korban belum terpantau. Informasi untuk korban akan disampaikan oleh BNPB.

Kata Dwikorita, guncangan gempa terasa juga. Di Bandung, Serang, Bekasi, Bantul Yogya, Sawahan Malang, dan Kuta Bali. Sejauh ini BMKG belum mendapat informasi dampak kerusakan akibat gempa ini.(faz/iss/ipg)

B E R I T A    T E R K A I T
  • Gempa Berpotensi Tsunami, Tak Terdengar Sirine Peringatan di Sumur Banten
  • Gempa Banten, BMKG Minta Masyarakat di Wilayah Ini Menjauhi Pantai
  • Rasakan Gempa Warga Labuan Pandeglang Mengungsi
  • Gempa Bumi Magnitudo 7.4 Guncang Banten, Berpotensi Tsunami
  • BPBD Pandeglang Sebut Belum Ada Laporan Korban Akibat Gempa
  • Peringatan Dini Tsunami Gempa Banten Telah Berakhir
  • top