suarasurabaya.net

SuraBali 2019 Wujudkan World Class University
Laporan J. Totok Sumarno | Sabtu, 03 Agustus 2019 | 18:20 WIB

Pelaksanaan SuraBali 2019 di UK Petra Surabaya ajak mahasiswa peserta belajar Batik Jumputan. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Universitas Kristen Petra (UK Petra) bekerjasama dengan Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Udayana (Unud) Bali gelar SuraBali Program 2019, digelar mulai 28 Juli sampai 8 Agustus 2019 di Surabaya dan Bali.

Tercatat sekurangnya 33 orang mahasiswa sebagai peserta, terdiri dari 20 orang dari Indonesia, dan 13 orang mahasiswa dari China dan Jepang.

SuraBali summer program ini adalah satu diantara langkah bersama 3 kampus dalam rangka mewujudkan world class university, dengan menggelar berbagai kegiatan dan aktivitas yang diharapkan akan memperoleh penghargaan dan pengakuan internasional.

"Gelaran SuraBali summer program ini menjadi satu diantara langkah memujudkan visi world class university. Dengan meningkatkan kegiatan inbound mobility ini diharapkan menjadi upaya indikasi diraihnya pengakuan internasional," terang Mariana Wibowo, S.Sn., M.MT., koordinator SuraBali Program 2019.

Selama 12 hari, para peserta dijadwalkan akan mengikuti pembelajaran masing-masing di UK Petra Surabaya, di kampus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan di kampus Universitas Udayana (Unud) Bali, dengan tema berbeda-beda.

"Para peserta summer program selama 12 hari akan mengikuti berbagai perkuliahan di masing-masing kampus. Di UK Petra, di Unair dan di Universitas Udayana Surabaya. Di kampus UK Petra tema pembelajaran yang dipilih Sociopreneurship di Indonesia" kata Mariana.

Di kampus UK Petra Surabaya, peserta summer program mulai belajar pada 1 Agustus sampai dengan 4 Agustus 2019. Dengan fokus sustainable design, kegiatan di kampus UK Petra diarahkan oleh Fakultas Seni dan Desain (FSD). Kegiatan meliputi perkuliahan di kelas, diskusi kelompok, workshop, site visit, show casing dan field trips.

Kedepannya para peserta akan mampu mendesain sesuatu yang bertanggung jawab pada masyarakatnya. Para peserta berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar dengan mengunjungi menggelar Workshop with Siwalankerto Creative Community (Asem Growong).

Komunitas Asem Growong yang dikunjungi merupakan contoh konkrit sociopreneurship yang sudah FSD UK Petra lakukan. Para peserta belajar dan praktek membuat Batik Jumputan untuk mengaplikasikan ilmu dan ketrampilan yg sudah FSD berikan sebelumnya selama pendampingan.

"Sustainable Design merupakan program yang direncanakan konsorsium guna memberikan pengetahuan secara teori mengenai desain berkelanjutan sehingga dalam perancangan sebuah produk desain, obyek yang tercipta sesuai orientasi tanggung jawab lingkungan, sosial, dan ekonomi secara holistik," pungkas Dr. Yusita Kusumarini, S.Sn., M.Sn., Dekan FSD UK Petra Surabaya, Sabtu (3/8/2019).(tok/ipg)
top