suarasurabaya.net

Program ECPFA 2019 Persiapkan ITS Menuju World Class University
Laporan J. Totok Sumarno | Senin, 05 Agustus 2019 | 19:20 WIB

Dr Maria Anityasari ST ME., Direktur Hubungan Internasional ITS, saat memaparkan program menuju world class university. Foto: Humas ITS Surabaya
suarasurabaya.net| Melalui program Engineering Colleges Partnership Forum in Asia (ECPFA) 2019 yang melibatkan tiga institusi pendidikan ITS melalui Direktorat Hubungan Internasional mempersiapkan persaingan global menuju world calss university.

Program yang melibatkan ITS, bersama Kobe University dari Jepang, dan National Cheng Kung University (NCKU) dari Taiwan ini, berlangsung mulai Senin (5/8/2019) sampai dengan Kamis (8/8/2019) dibuka di Gedung Rektorat ITS oleh Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD., Wakil Rektor IV ITS Bidang Inovasi, Kerjasama, Kealumnian, dan Hubungan Internasional.

Melalui sambutannya, Bambang sangat berterima kasih atas kesediaan Kobe University dan NCKU dalam menghadiri program ini. "Harapannya, ada transfer ilmu dari kegiatan yang berjalan dan memperkuat kolaborasi antar institusi pendidikan ini ke depannya," terang Bambang.

Pada kesempatan itu, Dr Maria Anityasari ST ME., Direktur Hubungan Internasional ITS, menyampaikan bahwa program ECPFA merupakan kelanjutan kerjasama dan komitmen dari konsorsium yang sudah diadakan di NCKU pada tahun sebelumnya.

Terdapat enam perguruan tinggi termasuk ITS dan NCKU sebagai tuan rumahnya. Pada tahun ini, ITS didapuk sebagai tuan rumah dan berhasil menghadirkan 13 peserta mahasiswa dan sembilan profesor dari masing-masing universitas.

Tahun ini, ECPFA mengusung tema yang berkaitan dengan pengembangan kota dan energi terbarukan yaitu Clean Energy dan Clean City. Forum ini juga diperkaya dengan kunjungan secara langsung ke Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo.

Hal itu, tambah Maria, bertujuan untuk melihat proses pengelolaan sampah yang terpadu serta pemanfaatannya sebagai sumber energi listrik terbarukan.

"Peserta diharapkan mampu mendapatkan ide-ide baru tentang bagaimana upaya Kota Surabaya menjadi kota yang bersih dan indah," kata Maria yang juga dosen Teknik Industri ini.

Lebih lanjut, Maria juga mengungkapkan, program ini akan menghadirkan beberapa agenda terpisah antara mahasiswa dengan profesor.

Untuk mahasiswa sendiri akan ada pelatihan dalam hal pengembangan diri, sesi pembentukan karakter secara tim, dan kolaborasi antar mahasiswa dari tiga universitas terkait.

Selain itu, mereka juga akan mempersentasikan hasil risetnya yang akan ditanggapi langsung oleh profesor dari Kobe University, NCKU, dan ITS.

Maria dalam paparannya menyampaikan bahwa peran profesor di sini adalah untuk saling berkolaborasi dan memberikan tanggapan langsung terkait hasil diskusi dari peserta berdasarkan hasil kunjungannya ke Bappeko dan TPA Benowo.

Selain itu, akan ada transfer ilmu di mana peserta akan melakukan kunjungan ke departemen dan laboratorium terkait di ITS. "Hal ini bertujuan untuk mempererat hubungan ITS dengan kedua universitas baik secara akademis maupun nonakademis," ujar Maria.

Program ini, lanjut Maria diharapkan akan lebih membuka, memperkuat, dan meningkatkan hubungan antara ITS dan universitas peserta dalam konsorsium serta dapat memberikan dampak positif bagi ITS, Kota Surabaya, dan Indonesia. "Semoga komitmen ini dapat bertahan lebih jauh untuk ke depannya," pungkas Maria.(tok/ipg)
top