suarasurabaya.net

PLN Keluarkan Biaya Kompensasi Rp 839 Miliar Untuk Pelanggan
Laporan Muchlis Fadjarudin | Selasa, 06 Agustus 2019 | 19:54 WIB

Sripeni Inten Cahyani Plt Dirut PLN di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Selasa (6/8/2019). Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Sripeni Inten Cahyani Plt Dirut Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjelaskan kalau besaran kompensasi sudah diatur oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri (Permen) ESDM dan PLN menghitungnya sesuai dengan ketentuan tersebut.

Pernyataan Sripeni disampaikan menyikapi padamnya listrik secara massal di DKI, Jawa Barat dan Banten pada Minggu (4/8/2019).

Menurut dia, ada 21,9 juta pelanggan yang terkena dampak listrik padam. Untuk itu, PLN sudah menyiapkan biaya kompensasi sebesar Rp 839 miliar.

"Untuk yang terkena dampak adalah 21,9 juta pelanggan dengan total Rp 839 miliar," ujar Sripeni di gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Kata Sripeni, untuk pelanggan yang subsidi akan mendapat diskon atau potongan biaya 20% dan yang non subsidi 35%. Diskon tersebut akan dilakukan pada tagihan bulan Agustus 2019.

"Jadi kalau di Permen tadi sudah ada aturannya, bagi pelanggan yang subsidi maka akan dikenakan diskon 20% dari biaya beban dan pelanggan nonsubsidi 35% dari biaya beban. Dan itu diperhitungkan sebagai pengurangan pada tagihan periode bulan Agustus," jelasnya.

Untuk antisipasi agar tidak terjadi blackout atau listrik padam, Sripeni mengaku kalau PLN sudah menyusun program keamanan jaringan listrik Jawa-Bali.

"Kami sudah menyusun program- program mengenai keandalan security jaringan sistem Jawa Bali yang meliputi pembangkit transmisi maupun gardu-gardu induk yang terkait dengan sampai ke pelanggan," kata dia.

Penyebab utama listrik padam, kata Sripeni sangat kompleks, bukan pohon sengon sebagai penyebab tunggal, sehingga perlu diinvestigasi secara mendalam.

"Sistem Jawa Bali itu sangat kompleks. Perlu dipahami bahwa ada 250 pembangkit kemudian 500 gardu induk. Kemudian 5000 Km circuit transmisi 500 KV dan juga 7000 Km transmisi 150 KV," kata dia.

"Jadi kalau persoalan pemadaman kemarin yang meliputi tiga wilayah tadi itu bukan penyebab tunggal. Jadi berikan kami waktu untuk melakukan investigasi atau assesment secara menyeluruh," pungkas Sripeni.(faz/ipg)


B E R I T A    T E R K A I T
  • Bareskrim Usut Kemungkinan Terjadi Kejahatan Siber Saat Mati Listrik
  • Listrik Padam Massal, Tak Ada Satupun Pejabat Kementerian BUMN di Jakarta
  • PLN Bakal Potong Gaji Karyawan untuk Bayar Kompensasi Listrik Padam
  • top