suarasurabaya.net

Penampungan Lumpur di Sukomanunggal Ambrol, Polisi Kejar Penanggung Jawab
Laporan Anggi Widya Permani | Selasa, 13 Agustus 2019 | 19:47 WIB

AKBP Sudamiran Kasatreskrim Polrestabes Surabaya. Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Ambrolnya penampungan lumpur milik PT. Sinar Suri, Jalan Sukomanunggal No.168 Surabaya, pada Sabtu (10/8/2019), masih dalam tahap penyelidikan. Polisi sudah memeriksa 8 orang termasuk pemilik pabrik sebagai saksi.

AKBP Sudamiran Kasatreskrim Polrestabes Surabaya mengatakan, pihaknya saat ini tengah mencari keberadaan inisial IS selaku penanggung jawab dari pelaksanaan pembangunan. Diduga, IS melarikan diri pasca peristiwa ambruknya penampungan lumpur itu.

"Dalam penyelidikan kita lakukan pemeriksaan terhadap delapan orang, terdiri dari pemilik, karyawannya, korban, dan masyarakat. Penanggung jawab masih melarikan diri. Ini masih kita kejar," kata Sudamiran, Selasa (13/8/2019).

Sudamiran mengatakan, proses hukum untuk peristiwa ini tetap berjalan. Pihaknya masih menunggu hasil laboratorium forensik (Lafor). Kalau terdapat unsur pidananya, pihak kepolisian akan melanjutkannya ke tahap penyidikan.

"Kalau memang tidak memenuhi syarat, kami akan menerapkan pasal kelalaian. Karena menyebabkan seseorang meninggal dunia. Selain itu, juga bisa diterapkan Undang-undang tentang bangunan gedung," kata dia.

Terkait ijin, kata dia, pabrik tersebut memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Namun, pihaknya juga akan menelusuri izin tersebut. Sampai saat ini, polisi mengamankan barang bukti berupa peralatan yang digunakan pengerjaan proyek.

"Untuk lumpur sudah dibersihkan terlebih dahulu. Karena takut musim hujan dan membahayakan warga sekitar," tambahnya.

Sekadar diketahui, penampungan lumpur milik PT. Sinar Suri, Jalan Sukomanunggal No.168 Surabaya, ambrol pada Sabtu (10/8/2019) sekitar pukul 12.00 WIB. Akibatnya, ribuan kubik lumpur menghantam dinding bagian belakang pabrik sepatu yang berada di Jalan Tanjungsari, Surabaya dan menghanyutkan satu karyawan pabrik sepatu.

Kompol Mulyono Kapolsek Sukomanunggal menjelaskan, bangunan pengendapan lumpur tersebut berdimensi 120 x 20 x 3 meter. Jarak tembok belakang pabrik sepatu dan tembok penampungan lumpur hanya 3 meter.

Saat tembok penampungan lumpur setebal 90 sentimeter itu ambrol, ada 3 orang karyawan pabrik sepatu di Tanjungsari yang sedang cuci tangan di bagian belakang pabrik. Ketiganya terjatuh ke dalam aliran lumpur. Dua orang berhasil lolos. Namun korban bernama Imam Syafi'i tidak sempat menyelamatkan diri dan tenggelam. (ang/tin/ipg)

B E R I T A    T E R K A I T
  • Tembok Bangunan Pengendapan Lumpur di Sukomanunggal Ambrol, Satu Orang Hanyut
  • top