suarasurabaya.net

Tangkal Penyalahgunaan Narkoba, Yonif 5 Marinir Gelar Operasi Grendel
Laporan J. Totok Sumarno | Rabu, 21 Agustus 2019 | 20:35 WIB

Pelaksanaan Operasi Grendel, operasi mendadak di lingkungan Yonif 5 Marinir, tangkal penyalahgunaan narkoba. Foto: Dispen Kormar
suarasurabaya.net| Meminimalisir pelanggaran disiplin atau pidana prajuritnya, Staf Intelijen, Provos dan Peleton Kesehatan Yonif 5 Marinir dipimpin langsung Kapten Marinir Yudi Alhudi, S.H., M.H., Pasi Intel Yonif 5 Marinir laksanakan pemeriksaan mendadak, Operasi Grendel di ruang Staf 1 Yonif 5 Marinir Kesatrian Marinir Suroto II Ujung Semampir, Surabaya, Rabu (21/8/2019).

Dalam kesempatan tersebut Komandan Batalyon Infanteri 5 Marinir Letkol Marinir Arip Supriyadi, S.H., M.M., M.Tr.Hanla mengatakan, kegiatan sidak yang lebih dikenal dengan nama Operasi Grendel tersebut sengaja dilakukan mendadak untuk menindaklanjuti tentang maraknya peredaran dan bahaya Narkoba sebagai tindakan preventive terhadap penggunaan narkoba kepada prajurit Yonif 5 Marinir.

Lebih lanjut Danyonif 5 Marinir menyampaikan bahwa pelaksanaan Sidak/Operasi Grendel berupa test urine tersebut dilakukan secara periodik kepada prajurit Yonif 5 Marinir.

Menurutnya akhir-akhir ini peredaran narkoba sungguh mengkhawatirkan, bahkan di Indonesia sudah dinyatakan darurat narkoba, sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk memberantasnya.

"Dengan sidak dan pemeriksaan ini diharapkan prajurit Yonif 5 Marinir tidak terjerumus dalam penggunaan narkoba," tegas Danyonif 5 Marinir.

Selain itu Letkol Marinir Arip Supriyadi, S.H., M.M., M.Tr.Hanla selalu menekankan kepada seluruh personel baik Tamtama, Bintara dan Perwira untuk tidak terlibat penyalahgunaan narkoba.

"Saya bersyukur dalam test urine yang dilakukan secara acak kepada prajurit Yonif 5 Marinir tidak ada yang positif narkoba dan saya juga sudah sampaikan kepada seluruh anggota Yonif 5 Marinir jika ada yang terlibat narkoba, maka tidak ada toleransi dan akan diberikan sanksi secara tegas sesuai dengan prosedur yang berlaku," pungkas Letkol Marinir Arip Supriyadi, S.H., M.M., M.Tr.Hanla.(tok/dwi)
top