suarasurabaya.net

Wisuda ke-76, UK Petra Surabaya Lepas 1.282 Wisudawan
Laporan J. Totok Sumarno | Kamis, 29 Agustus 2019 | 17:54 WIB

Satu diantara karya tugas akhir mahasiswa peserta wisuda ke 76 UK Petra Surabaya. Foto: Humas UK Petra Surabaya
suarasurabaya.net| Universitas Kristen Petra Surabaya, Jumat (30/8/2019) dan Sabtu (31/8/2019) bakal mewisuda 1.282 mahasiswa pada prosesi wisuda ke-76.

Perhelatan wisuda ke-76 ini dijadwalkan dipimpin Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. selaku Rektor Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya di Auditorium UK Petra kampus timur.

Pelaksanaan wisuda ke 76 kali ini dibagi menjadi dua shift oleh mahasiswa program strata satu (S1), program pasca sarjana (S2) dan program pendidikan profesi. Prosesi ini menghasilkan tujuh wisudawan cumlaude program S 2 dan 308 wisudawan cumlaude S 1.

Wisudawan dari program S 1 yang berhasil meraih predikat cumlaude dengan IPK tertinggi 3,97 berhasil diraih Albert Edwillian Pratomo, mahasiswa Program Sistem Informasi Bisnis dengan judul Tugas Akhir (TA): Test Driven Development Pada Full Stack Web Development di OWOW.

Sedangkan Christianto Tirta Kusuma dari Magister Teknik Sipil berhasil memperoleh IPK 3,96 dengan judul thesis: Analisa Resource Leveling Pada Proyek Konstruksi Ditinjau Dari Berbagai Fungsi Objektif Dengan Menggunakan Algoritma Symbiotic Organism Search (SOS).

Beberapa mahasiswa dengan karya tugas akhir yang menarik dijadwalkan juga akan menjadi wisudawan pada seremonial wisuda ke 76 UK Petra Surabaya pada Jumat (30/8/2019) dan Sabtu (31/8/2019).

Ronaldo Fantoni mahasiswa dari program studi Arsitektur, UK Petra Surabaya menghasilkan sebuah karya sebagai tugas akhir terkait dengan masyarakat atau orang dengan kecenderungan atau penyandang Bipolar.

Bipolar hingga saat ini masih belum mendapat perhatian serius padahal memberikan dampak pada gangguan kehidupan seseorang yang bisa jadi dan sangat dimungkinkan juga akan berdampak pada masyarakat atau orang disekitarnya.

Seperti satu diantara kasus penembak mobil dinas pejabat di Surabaya berdasarkan penelitian diduga pelakunya sedang mengalami ganguan Bipolar.

Bipolar adalah gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrim berupa depresi atau nama lainnya manic depressive.

"Keprihatinan terhadap isu kesehatan mental, sepertin ini, terjadi di lingkungan masyarakat produktif. Masyarakat luas pun belum merasa waspada akan hal ini. Sedangkan fasilitas terapi Bipolar juga belum terfasilitasi dengan baik," terang Ronaldo Fantoni menjawab pertanyaan tentang latar belakang tugas akhir karyanya berjudul: Fasilitas Terapi bagi Penderita Bipolar di Surabaya, Kamis (29/8/2019).

Fantoni, wisudawan yang berhasil meraih IPK 3,69 ini merancang fasilitas untuk memulihkan, merawat dan mengembangkan diri bagi para pengidap gangguan Bipolar. Selain sebagai tempat pemulihan, fasilitas ini akan menjadi wadah bagi komunitas-komunitas atau lembaga yang peduli terhadap Orang dengan Gangguan Bipolar (ODB) untuk berkumpul dan berkegiatan seperti acara workshop dan seminar kesehatan.

Fasilitas ini juga dilengkapi area residensial yang difungsikan sebagai tempat rawat inap bagi pasien yang datang dari luar kota Surabaya maupun dari dalam kota Surabaya.

Sementara itu, Golda N Waworuntu mahasiswi program studi DKV peraih IPK 3,25 merancang karya tugas akhir: Perancangan Media Edukasi Interaktif untuk Anak-anak SD Kasih Karunia di Oefafi, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Anak-anak kelas 2 sampai 5 Sekolah Dasar (SD) merasa takut dan malas saat belajar matematika dan bahasa Inggris. Karya saya ini dapat diaplikasikan bagi anak SD di daerah manapun. Akan tetapi karena saya mengambil kondisi di Kupang maka tema dan karakter yang saya ambil mengambil ciri khas di NTT," papar Golda.

The Climber, adalah nama board Game karya Golda yang terinspirasi fakta atau realita masyarakat pedalaman NTT yang kesulitan mendapatkan air bersih, dengan satu diantaranya harus berjalan ber mil-mil ke gunung.

Yang menarik, biasanya board game hanya memiliki satu tampilan saja. Tetapi karya Golda menampilkan empat musim yang bisa diganti-ganti dan berbentuk 3D sesuai keinginan. "Agar anak-anak lebih menikmati permainan board game ini sekaligus belajar," pungkas Golda.

Golda N Waworuntu mahasiswi program studi DKV peraih IPK 3,25 bersama dengan Ronaldo Fantoni mahasiswa dari program studi Arsitektur yang meriah IPK 3,69 ini dijadwalkan akan mengikuti wisuda ke 76 UK Petra Surabaya.(tok/ipg)
top