suarasurabaya.net

Dies Natalis ke 31 PENS, M Nuh: Ojok Tukaran
Laporan J. Totok Sumarno | Jumat, 30 Agustus 2019 | 20:42 WIB

Sarasehan menghadirkan Cak Nun dan M. Nuh dimoderatori Zainal Arief Ketua PENS. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Pada sarasehan Dies Natalis ke 31 PENS, Jumat (30/8/2019) Prof. Dr. Mohammad Nuh menyampaikan agar tidak bertengkar dalam pengelolaan kampus. Ojok tukaran....

Karena jika bertengkar, maka perguruan tinggi atau kampus akan kehilangan banyak hal diantaranya adalah hilangnya energi yang seharusnya bisa dipergunakan untuk mengelola sekaligus memajukan perguruan tinggi.

"Ojok tukaran.... Ini penting. Jangan bertengkar. Kalau memang ada perselisihan atau persoalan-persoalan didalam internal terkait dengan pengelolaan mislanya ya dibicarakan bersama. Dicarikan jalan keluar agar mendapatkan solusi terbaik," terang M. Nuh.

Saat ini, lanjut M. Nuh kampus atau perguruan tinggi membutuhkan banyak sekali pelengkap yang diantaranya adalah untuk menunjang kemajuan kampus atau lembaga pendidikan tinggi itu sendiri.

Kalau kemajuan zaman, perkembangan peradaban tidak ditindaklanjuti dan diikuti dengan penerapan keterampilan serta bekal pengetahuan yang cukup, maka bisa dibayangkan apa yang kemudian diaami lembaga pendidikan tinggi itu.

"Apalagi kemudian ada perbedaan pendapat yang tidak segera dicarikan solusinya dan berujung pertengkaran. Jangan sampai terjadi. Ojok tukaran, itu penting disampaikan disini. Energi akan terkuras sia-sia karena pertengkaran itu," tegas M. Nuh.

Emha Ainun Nadjib budayawan yang juga hadir sebagai nara sumber pada sarasehan bertajuk: Peduli Mutu Memacu Inovasi, menambahkan bahwa untuk menghasilkan output yang memberikan manfaat bagi kemaslahatan, maka yang tidak kalah penting adalah memahami atau menyadari bagaimana internal penghasil output itu berproses.

"Kalau sampean ingin menghasilkan output yang bagus, tentunya anda harus tahu bagaimana anda sendiri akan menghasilkan produk yang bermanfaat. Ada aturan-atiuran atau ketentuan-ketentuan yang harus dipatuhi. Jika aturan itu anda langgar, tentu akan berdampak, dan itu berpengaruh pada output yang anda hasilkan," papar Cak Nun sapaan Emha Ainun Nadjib.

Lebih lanjut Cak Nun membenarkan apa yang disampaikan M. Nuh agar dalam pengelolaan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) tidak perlu bertengkar.

"Ojok tukaran menurut saya sangat luas itu. Kalau beda pendapat boleh tapi memang harus dicarikan solusi. Tapi kalau bertengkar akan merugikan diri sendiri," kata Cak Nun.

Oleh karena itu, Cak Nun mengingatkan agar seluruh elemen yang ada di PENS, bahu membahu, bekerjasama saling mendukung menghasilkan output yang bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat.

Sarasehan yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke 31 PENS tersebut, dimoderatori Dr. Zainal Arief Ketua PENS, dan dihadiri segenap civitas akademika PENS serta sejumlah direktur politeknik beberapa kota di Indonesia.(tok/ipg)
top