suarasurabaya.net

Jatim-Jateng Kerja Sama Mengelola Bengawan Solo
Laporan Denza Perdana | Minggu, 15 September 2019 | 11:54 WIB

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur dan Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah saat bertemu di Halaqoh Kiai Santri tentang Pencegahan Terorisme di Salatiga, Sabtu (14/09/2019). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net| Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur dan Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah sepakat bekerja sama mengelola daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo.

Keduanya akan melakukan sejumlah langkah strategis mengatasi pencemaran sungai yang menurunkan kualitas baku mutu air sungai Bengawan Solo.

Ini menjadi salah satu pembahasan Khofifah dan Ganjar saat bertemu di Halaqoh Kiai Santri tentang Pencegahan Terorisme di Salatiga, Sabtu (14/09/2019).

Peningkatan kualitas baku mutu air sangat penting karena sungai Bengawan Solo menjadi sumber air baku air bersih masyarakat di sepanjang aliran sungai.

Kerja sama pengelolaan Bengawan Solo ini pernah Khofifah sampaikan saat debat publik pencalonan Gubernur Jawa Tengah 2013, ketika Ganjar sudah menang.

Keduanya membicarakan ini lagi ketika bertemu pada upacara pemakaman Almarhum BJ Habibie Presiden ke-3 Republik Indonesia di Jakarta.

Jatim dan Jateng, kata Khofifah, sudah bersepakat bahwa pemeliharaaan DAS Bengawan Solo harus dilakukan bersama-sama.

"Ini sempat kami bahas, baku mutu air sungai Bengawan Solo sudah turun drastis. Saya ingin relawan jogo kali turun untuk menyisir DAS Bengawan Solo," katanya.

Masalah pencemaran sungai Bengawan Solo terdeteksi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Beberapa waktu lalu juga sempat ramai berita pencemaran sungai di Blora.

Ada pipa siluman terdeteksi membuang cairan limbah ilegal ke badan sungai yang membuat air sungai tercemar, berwarna biru atau merah, dan berbau menyengat.

Pemprov Jatim akan memaksimalkan Relawan Jogo Kali Jatim dibantu perguruan tinggi dan komunitas pecinta lingkungan, memantau dan menjaga Bengawan Solo.

"Pemprov Jateng mau buat kongres sungai Bengawan Solo. Saya ingin Pemprov Jatim membuat Festival Sungai," ujar Khofifah.

Sepakat dengan Khofifah, Ganjar mengakui pencemaran air Bengawan Solo cukup berat. Ada di banyak titik aliran sungai yang jadi tempat pembuangan limbah.

Pertemuan dan pembahasan tentang Bengawan Solo ini sedang intens dia bahas dengan Khofifah. Kongres sungai jadi salah satu bentuk kerja sama ini.

"Kami adakan Kongres Sungai. Ini momentum koordinasi tentang DAS Sungai Bengawan Solo sehingga bisa menangani bersama," katanya.

Kerja sama Jatim-Jateng ini mengusung konsep one river, one management, one plan (satu sungai, satu pengelolaan, dan satu perencanaan).

Ganjar berharap, kerja sama antar-pemerintah daerah ini bisa menghapus sekat-sekat pengelolaaan sungai dan menjadikannya satu kesatuan.(den/dwi)
top