suarasurabaya.net

Ratusan Pelajar Surabaya Belajar Sejarah di Jalan Tunjungan
Laporan J. Totok Sumarno | Kamis, 19 September 2019 | 09:16 WIB

Pelajar bersalaman dengan pejuang Indonesia anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) usai aksi teatrikal didepan Hotel Tunjungan. Foto: totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Ratusan pelajar SD, SMP dari sejumlah sekolah di Kota Surabaya, Kamis (20/9/2019) belajar sejarah di Jalan Tunjungan. Para pelajar melihat rekonstruksi peristiwa perobekan bendera merah putih biru di menara Hotel Majapahit.

Para pelajar yang duduk di trotoar dan sebagian ruas jalan Tunjungan sambil membawa bendera merah putih berukuran kecil, dengan seksama menyaksikan teatrikal perobekan bendera yang menjadi satu diantara rangkaian peristiwa sebelum pecahnya pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

"Kalau biasanya pelajar belajar sejarah di ruang kelas dengan membaca buku, hari ini mereka belajar dengan melihat teatrikal sejarah secara langsung," terang Heri Prasetyo operator dan sutradara Surabaya Merah Putih.

Heri mengingatkan bahwa melihat dan mempelajari sejarah adalah bagian penting pembekalan wawasan kebangsaan bagi generasi muda yang nanti akan menjadi generasi penerus cita-cita bangsa.

"Peristiwa perobekan bendera biru pada bendera merah putih biru di menara hotel Oranje saat itu, menjadi simbol perlawanan arek-arek Suroboyo. Dan itu membuat Belanda dan sekutu marah besar. Ini sejarah penting bagi generasi muda," kata Heri prasetyo.

Oleh karena itu, lanjut Heri, kegiatan tahunan yang menjadi rangkaian persiapan peringatan Hari Pahlawan 10 November ini, mengundang pelajar untuk menyaksikan sembari belajar sejarah.

Untuk pementasan aksi teatrikal perobekan bendera merah putih biru ini, sejak pukul 06.00 WIB, akses jalan Tunjungan ditutup bagi semua kendaraan.

Selain ratusan pelajar yang hadir, kegiatan ini juga diikuti para anggota LVRI Surabaya, pasukan TNI.

Usai kegiatan teatrikal tersebut, pelajar dari berbagai sekolah itu menyempatkan diri untuk bersalaman dengan para anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan berswafoto bersama para pejuang kemerdekaan Indonesia tersebut.(tok/dwi)
top