suarasurabaya.net

Bersih-bersih Pantai World Clean Up Day 2019, Digelar di 2 Kota
Laporan J. Totok Sumarno | Sabtu, 21 September 2019 | 20:17 WIB

Bersih-bersih diikuti ratusan karyawan PT HM Sampoerna di Taman Suroboyo Pantai Kenjeran. Foto: Humas PT HM Sampoerna
suarasurabaya.net| World Clean Up Day 2019 ditandai ratusan karyawan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) bersih-bersih serentak di dua kota, di Taman Wisata Alam Mangrove di Muara Karang, Jakarta dan Taman Suroboyo di Pantai Kenjeran, Surabaya.

Setiap tahunnya, ada 1,3 miliar ton sampah rumah tangga sedangkan hanya 358 Juta ton sampah yang terhitung masuk ke dalam 50 tempat penampungan sampah besar, sisanya akan berakhir di lautan.

Untuk menanggulangi masalah tersebut, gerakan World Clean Up Day ini merupakan aksi global yang sudah dimulai sejak tahun 2008 sebagai bentuk kepedulian masyarakat dunia terhadap permasalah sampah yang disebabkan oleh manusia.

"Permasalahan sampah adalah tanggung jawab setiap orang. Untuk itu kita semua harus bersama-sama untuk mengatasinya," terang Ervin Laurence Pakpahan Kepala Hubungan Daerah dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Sampoerna.

Ervin menambahkan bahwa Sampoerna menanamkan kepada seluruh elemen perusahaan bahwa tanggung jawab menjaga lingkungan dari sampah dapat dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat.

Ratusan karyawan Sampoerna menunjukkan antusiasmenya dengan berkontribusi dalam mengumpulkan ratusan pada gerakan pemungutan sampah global ini. Selain botol dan kemasan plastik, sekitar 25.000 sampah puntung rokok berhasil dikumpulkan di kegiatan Jakarta dan Surabaya.

Kegiatan World Clean Up Day sejalan dengan program keberlanjutan Sampoerna melalui kampanye #SayaAjaBisa Sampoerna yang merupakan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, khususnya puntung rokok.

Dalam kegiatan ini, Sampoerna juga membagikan asbak portabel kepada para perokok dewasa yang turut berpartisipasi sebagai bentuk komitmen meningkatkan kesadaran akan sikap bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Hal ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB tentang penanganan perubahan iklim. Selain meningkatkan kesadaran atas tanggung jawab terhadap sampah, Sampoerna juga melakukan upaya pelestarian air dan menggunakan energi terbarukan di sekitar fasilitas produksinya.

Sampoerna memandang keberlanjutan sebagai nilai jangka panjang untuk pemangku kepentingan dan masyarakat luas melalui pengurangan dampak dari produk, operasi, dan rantai pasok terhadap lingkungan.

"Upaya kami dalam penanganan perubahan iklim melalui meningkatkan kesadaran untuk bertanggung jawab atas sampah merupakan bentuk nyata menjalankan amanat pemerintah terhadap seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan mitigasi perubahan iklim dengan harapan lingkungan hidup berkelanjutan dapat membawa dampak positif terhadap masyarakat," pungkas Ervin, Sabtu (21/9/2019).(tok)
top