suarasurabaya.net

Potensi Bisnis, Segmentasi Pasar Makerspace Sangat Cair
Laporan Agung Hari Baskoro | Minggu, 29 September 2019 | 15:46 WIB

Ratu Fitri Founder dan Direktur Substitute Makerspace saat prosesi potong tumpeng di Substitute Makerspace, Surabaya pada Minggu (29/9/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Ratu Fitri Founder dan Direktur Substitute Makerspace menilai potensi bisnis memiliki segmentasi pasar Makerspace sangat cair. Ia menjelaskan, makerspace atau ruang berbagi alat produksi bersama para seniman, bahkan tidak hanya bisa dinikmati seniman saja.

"Mulai dari anak kecil yang homescooling. Komunitas yang mau bikin workshop, bisa menyewa ruang di kita (makerspace, red), pasarnya sangat luas. Kami juga bingung, sebenarnya segmentasi itu sangat cair, sangat liquid. Jadinya, sangat-sangat cair, bapak-bapak juga bisa, bahkan kita juga ada bapak-bapak yang sebenarnya sudah tidak produktif usianya, masih memanfaatkan," kata Ratu Fitri di Surabaya pada Minggu (29/9/2019).

Makerspace sendiri memiliki peran di tiga sektor. Pertama edukasi, produksi, dan distribusi.

"Kalau gak bisa pake alat, ada tim juga yang bisa memberikan tutorial. Untuk pengajaran yang sifatnya basic, kita gak ada extra cost. Nanti kalau yang sifatnya lanjutan, baru ada," katanya.

"Substitute (makerspace, red) bisa untuk bekerja juga. Kalau memang willingnya (keinginan, red) gede, bisa. Apa dia mau dijualkan. Dari ide, terus diproduksi, dia jualkan. Untuk cari pembeli, investor, bisa kami bantu. Cari investor pun bisa kami bantu. Kita kolaborasi, kerjasama, sharing profit."

Makerspace sendiri terbilang baru di Surabaya, jika dibanding dengan Co-working Space. Di Indonesia sendiri, konsep makerspace mulai dikembangkan di Jakarta dengan beberapa makerspace terkenal seperti Jakarta Jakarta Creative Hub, Makedonia, dan COD Margonda. Tren makerspace paling banyak berada di Eropa dan Amerika. (bas/tin/dwi)
top