suarasurabaya.net

Pulau Komodo Tidak Ditutup, Hanya Dibatasi
Laporan Dwi Yuli Handayani | Selasa, 01 Oktober 2019 | 06:51 WIB

Suasana rapat koordinasi Pengelolaan Taman Nasional Komodo dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan Menko Maritim di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Senin (30/9/2019). Foto: Antara
suarasurabaya.net| Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman memastikan Pulau Komodo di NTT tidak akan ditutup melainkan akan ditata dengan pembatasan jumlah wisatawan.

"Jadi Pulau Komodo ini tidak ditutup, kita lakukan penataan bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta pihak terkait, dibuat aturan adanya pembatasan jumlah wisatawan ke Pulau Komodo dengan diadakanannya tiket kapasitas kunjungan/ wisatawan," kata Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa(1/10/2019).

Keputusan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi Pengelolaan Taman Nasional Komodo bersama dengan Siti Nurbaya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Arief Yahya Menteri Pariwisata dan Viktor Laiskodat Gubernur NTT di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Senin (30/9/2019).

Luhut menjelaskan pengaturan tiket akan dilakukan dengan sistem kartu anggota (membership) tahunan yang bersifat premium.

Untuk kartu anggota premium akan diarahkan ke Pulau Komodo langsung di mana komodo-komodo besar ada di sana. Sedangkan yang tidak memiliki kartu premium akan diarahkan ke lokasi lain yang ada hewan Komodo juga.

"Nanti mereka (non-premium) akan diarahkan ke komodo yang kecil seperti di Pulau Rinca. Jadi mereka hanya bisa di sana, tidak bisa ke mana-mana lagi," katanya, seperti dilansir Antara.

Mengenai pengelolaan Pulau Komodo, Ridwan Djamaluddin Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim yang juga mengikuti rapat menambahkan nantinya juga akan dibangun Pusat Riset Komodo di Pulau Komodo.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan penataan kapal pesiar ke Pulau Komodo dan Labuan Bajo. Penataan meliputi rute, logistik hingga penanganan sampah.

"Kita juga harus membangun sarana dan prasarana wisata alam berstandar Internasional dan membangun sarana prasarana pendukung yang memadai di luar kawasan Pulau Komodo ini," pungkas Ridwan. (ant/dwi)
top